Cara Kredit Rumah Tanpa Riba

Rumah Syariah menjadi pilihan karena kita bisa membelinya dengan tunai atau dengan cara kredit rumah tanpa riba. Saat ini banyak orang muslim yang memilih membeli rumah syariah dengan berbagai pertimbangan.

Cara kredit rumah yang menawarkan tanpa riba pun kini banyak disediakan oleh bank-bank Syariah, tetapi kita pun harus jeli melihat apa benar system yang dilakukan memang Syariah atau hanya sekedar nama demi mendapatkan customer.

Pemahaman tentang konsep Syariah menjadi perlu untuk dipelajari secara mendalam. Karena jika tidak kita akan masuk ke dalam lubang yang sama. Oleh karena itu, untuk menguatkan konsep Syariah itu sendiri kita perlu mempelajari definisi riba.

 


Pengertian Riba dan Cara Kredit Rumah Tanpa Riba

Pada umumnya riba adalah segala transaksi hutang-piutang uang atau barang (baik dengan pribadi atau lembaga keuangan) dengan syarat ada tambahan lebih bayar/bunga, atau syarat fasilitas lain seperti denda terlambat bayar dan ada sita secara keji saat macet.

Padahal Allah SWT dengan jelas telah mengharamkan riba dalam firman-Nya :

“Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS. Al Baqarah: 275).

“Hai orang – orang yang beriman, jangan lah kamu memakan riba …” (QS. Ali Imron: 130).

“Hai orang – orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang – orang yang beriman” (QS. Al Baqarah: 278).

 

Sedangkan riba juga diharamkan oleh MUI dengan Keputusan Fatwa Majeli Ulama Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 Tentang : Bunga (interest/Fa’idah). Bunyi fatwa tersebut adalah sebagai berikut :

Keputusan Rapat Komisi Fatwa MUI, tanggal 11 Dzulqa’idah 1424/03 Januari 2004; 28 Dzulqa’idah 1424/17 Januari 2004; dan 05 Dzulhijah 1424/24 Januari 2004.

Dengan memohon ridha Allah SWT memutuskan :

FATWA TENTANG BUNGA (INTEREST/FA’IDAH)

Hukum Bunga (interest)

1.       Praktek pembungaan uang saat ini telah memenuhi kriteria riba yang terjadi pada jaman Rasulullah SAW, yakni riba nasi’ah. Dengan demikian, praktek pembungaan uang ini termasuk salah satu bentuk riba, dan riba haram hukumnya.

2.       Praktek pembungaan tersebut hukumnya adalah haram, baik dilakukan oleh bank, asuransi, pasar modal, pegadaian, koperasi, dan lembaga keuangan lainnya, maupun dilakukan oleh individu.

Oleh karena riba telah ditetapkan hukumnya haram, maka banyak orang yang mulai paham bahwa selama ini ternyata praktek riba telah dekat dengan keseharian kita. Beli motor dengan riba, beli rumah dengan riba, punya asuransi, dll.

Selain karena anjuran dari agama untuk tidak melakukan riba, sebenarnya secara logika banyak juga alasan mengapa hutang atau kredit dengan riba itu pada dasarnya merugikan kita. Penjelasannya ada akan kita bahas setelah ini.

Lalu bisakah kita mulai kredit tanpa riba? Bagaimana caranya bisa beli rumah tapi tidak riba? Bagaimana caranya bisa beli rumah tanpa riba dengan cicilan dan tergolong transaksi yang halal?

Mungkin pertanyaan ini yang kini ada di benak Anda. Jangan khawatir karena Allah SWT tentunya menyediakan solusinya, hanya saja kita terkadang masih suka mencari solusi yang terlihat lebih mudah dan cepat dibanding melihat konsekuensi apa yang akan kita dapatkan dengan transaksi riba tersebut, baik itu di dunia maupun di akhirat.

 

Cara Kredit Rumah Tanpa Riba dan Halal

Solusi membeli rumah dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah pilihan paling mudah untuk memiliki rumah dengan biaya yang ringan. Karena bisa diangsur dengan jangka waktu yang telah disepakati.

Namun begitu, tentunya system KPR konvensional dianggap bukan solusi ideal bagi muslim. Sebenarnya terkait riba ini tidak hanya dibahas di dalam Al-Qur’an tetapi juga kitab suci agama lain dengan istilah yang tentunya berbeda. Tapi di dalamnya intinya mungkin sama mengandung larangan untuk bertransaksi dengan memberikan kelebihan kecuali transaksi perdagangan jual beli.

Untuk bisa membedakan mana system KPR Syariah dan KPR konvensional, maka kita perlu mengenal 3 metode pembelian yang digunakan oleh KPR Syariah, yaitu sebagai berikut :

  1. Murabahah

Transaksi murabahah adalah mekanisme pembayaran yang dapat ditangguhkan, baik itu dicicil secara berkala atau ditanggungkan untuk dilunaskan pada akhir periode. Namun pada umumnya bank menggunakan pembayaran kredit untuk menjaga kesehatan kondisi keuangannya.

Dalam transaksi ini penjual harus memberitahu pembeli mengenai harga pokok objek yang dijual. Jadi kedua belah pihak dapat melakukan tawar menawar harga. Bank pun bisa melakukan negosiasi harga mengenai rumah yang akan dijual atau dibeli.

  1. Istishna

Merupakan transaksi jual beli dengan system order, dimana pembeli bisa memesan barang yang ingin dibeli dan pembayarannya bisa dilakukan lunas atau bertahap dalam jangka waktu yang disepakati.

Pembelian ini sesuai untuk perumahan yang harus dibeli secara indent. Bedanya, pembeli atau nasabah memiliki hak untuk memperoleh jaminan dari penjual/bank atas jumlah yang telah dibayarkan dan penyerahan barang pesanan sesuai dengan spesifikasi dan tepat waktu.

  1. IMBT (Ijarah Muntanhia Bittamlik) atau Sewa Beli (Leasing Syariah)

IMBT adalah sewa yang disertai dengan jual beli yang menyebabkan perpindahan kepemilikan barang dari penjual kepada pembeli, dengan ketentuan pembeli atau penyewa membayar angsuran dengan jumlah dan dalam waktu tertentu.

Bila pembeli atau penyewa telah selesai melakukan pembayaran sewa maka kepemilikan berpindah menjadi milik penyewa. Namun jika penyewa tidak dapat melunasi sesuai kesepakatan maka transaksi batal dan barang kembali menjadi milik penjual.

Agar lebih jelasnya, simak penjelasan table di bawah ini :

 

KPR Konvensional

Murabahah

Istishna

IMBT

Jenis Transaksi

Pinjaman uang untuk beli rumah

Jual-beli dengan penangguhan pembayaran

Jual-beli dengan memesan terlebih dahulu

Sewa-menyewa yang diakhiri dengan hak milik

Tujuan

Pembiayaan rumah dengan tambahan bunga

Pembiayaan rumah sekunder atau ready stock

Pembiayaan rumah indent

Pembiayaan rumah jangka panjang

Keuntungan

Bunga atas pinjaman uang

Selisih harga beli dan harga jual

Selisih harga beli dan harga jual

Biaya sewa rumah

Harga & Cicilan

Berubah-ubah bergantung pada suku bunga

Tetap dan ditentukan pada awal

Tetap dan ditentukan pada awal

Tetap dan ditentukan pada awal

Perpindahan Hak Milik

Pada awal

Pada awal

Pada awal

Pada akhir

 

Ada tiga hal yang mengandung berkah (salah satunya adalah) jual beli tidak secara tunai… (HR. Ibnu Majah dari Shuhaib). Dengan hadist ini maka tidak diragukan lagi bahwa cara kredit rumah tanpa riba, baik pembayarannya langsung ke developer maupun melalui system KPR Syariah, halal hukumnya dan mengandung berkah.

Alasan mengapa menjadi berkah karena pembayaran secara berkala atau kredit memudahkan pembeli dan tidak membebani jika dia hanya memiliki sedikit atau cukup uang. Karena kemampuan ekonomi setiap orang tidak selalu sama.

Namun bukan berarti kredit yang dimaksud mengandung riba, karena riba pada dasarnya membebani seseorang untuk bertransaksi. Cara kredit rumah tanpa riba yang tepat adalah sesuai syari’at, tanpa denda, tanpa sita, dan tanpa asuransi.



Lalu bagaimana jika terjadi sesuatu terhadap objek yang dijual, apakah asuransi masih tidak perlu?

Cara membeli rumah tanpa riba secara kredit yang baik juga tanpa asuransi, karena hanya Allah SWT lah penjamin segala sesuatu yang ada di muka bumi ini alih-alih berlindung dari jaminan asuransi. Asuransi itu kemenangannya ada pada saat seseorang meninggal atau minimal terbujur sakit di rumah sakit barulah dia mendapatkan pencairan dari asuransi tersebut.

Bagaimana masih mau mencoba kredit rumah dengan konvensional? Jangan sampai hidup kita di dunia dan akhirat dilaknat oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Pilihlah cara kredit rumah tanpa riba dan yang terpenting pahami dulu akad-akad yang menyertai transaksinya, apakah sudah sesuai syari'at atau belum.

Posting Komentar untuk "Cara Kredit Rumah Tanpa Riba"