Kisah Inspiratif Tentang Penolakan, Taylor Swift Mulai Tidak Peduli Dengan Pendapat Orang

Pernah kah Anda merasa ditolak dan pastinya hal itu menyakitkan. Apalagi jika penolakan terjadi terhadap hal yang menjadi impian kita. Saya yakin setiap orang pernah mengalaminya.

Penolakan memang berujung pada rasa sakit hati dan bila itu dipupuk maka akan menghancurkan hidup kita. Jadi apa yang harus kita lakukan?

Tanpa disadari ternyata penolakan juga berimbas pada bagaimana orang berpendapat terhadap diri kita. Ketika kita ditolak tak urung di belakangnya akan ada pendapat-pendapat dari orang lain tentang diri kita. Misalnya, pantas saja dia ditolak soalnya dia kurang pintar, kurang cantik, nggak pede, dan lain-lain.

Jika kita membiarkan apa yang orang lain katakan terhadap diri kita secara terus-menerus pada akhirnya kita akan mempercayai apa yang mereka katakan alih-alih kita berusaha membuktikan bahwa kita tidak seperti yang mereka katakan.

Mari kita simak cerita tentang penolakan yang juga terjadi pada seorang Taylor Swift. Kisah inspiratif tentang penolakan yang dialami Taylor Swift seperti apa yang bisa kita ambil hikmahnya untuk kehidupan kita.

 

Kisah Inspiratif Taylor Swift dalam Menghadapi Penolakan


Taylor Swift pun pernah mengalami penolakan. Tidak hanya sekali tetapi berkali-kali dalam perjalanannya menemukan karier bermusik.

Penolakan yang dialami Taylor Swift ini terjadi ketika dia berusia 10 tahun. Diusianya yang masih dini dia sudah mulai bernyanyi di beberapa event lokal. Namun Taylor Swift bukan lah anak yang populer di sekolahnya, sebaliknya, dia kerap dibully oleh teman-temannya. Karena kesukaan Taylor Swift dengan musik-musik country yang dianggap aneh oleh teman-teman seumurannya. Tak jarang alasan inilah yang sering dijadikan lelucon untuk membully dirinya.

Pada akhirnya Taylor Swift pun tidak memiliki teman dan dia merasa sangat sedih. Menanggapi keadaan ini Taylor Swift kecil berpikir hanya ada 2 pilihan saat orang lain menyakitimu, yaitu membiarkannya menghancurkan dirimu atau mengubahnya menjadi bensin yang mengobarkan semangatmu untuk bangkit.

Dia memilih untuk tidak peduli dengan apa yang dikatakan teman-temannya dan dia tetap menyukai musik country. Di usianya yang menginjak 11 tahun, dia mulai belajar menulis lagu dengan bahasa dan perasaannya sendiri. Dia pergi ke New York untuk belajar musik dan akting, serta tampil di lokal event saat weekend.

Taylor Swift juga kerap mencoba mengikuti talent show, tapi berulang kali dia mengalami kegagalan. Dan pemikirannya untuk mendapatkan label rekaman pun berujung pada penolakan karena dinilai suaranya tidak ada yang spesial. Tentu pada saat itu dia mendapatkan kekecewaan lagi dan lagi.

Kegagalan kali ini pun tidak menyurutkan niatnya untuk terus belajar menemukan karakter vokalnya dan keunikan yang dia miliki. Menurutnya, setiap kali orang lain mengatakan bahwa saya tidak berhak mendapatkan apa yang saya inginkan, disitulah saya malah melakukannya lebih dan lebih.

Kegigihannya sejak usia belasan tahun dalam belajar bermain gitar, bernyanyi, dan menciptakan lagu sendiri akhirnya membuahkan hasil. Dia akhirnya menemukan karakter dan keunikan vokalnya sehingga mendapatkan rekaman album.

Kesuksesan Taylor Swift mulai terlihat setelah berkali-kali mendapatkan penolakan dan kegagalan. Dia berhasil memenangkan 10 Grammys Award dan mengantongi 6 Guinness World Records karena keberhasilannya dalam menjual lebih dari 50 juta copy album. Dia pun mulai menjadi penyanyi terbaik dan banyak disukai oleh penggemar.

 

Taylor Swift Menjadi Korban Public Shaming

Ketenarannya juga tak luput dari pendapat orang yang beragam. Selama bertahun-tahun dia dikritik mengenai bentuk bodynya dan kehidupan pribadinya.

Awalnya dia ingin mengubah komentar-komentar negatif tentang bentuk badannya sehingga dia mulai melakukan diet dan latihan secara teratur. Namun kesalahan terjadi ketika dia akhirnya mengalami eating disorder.

Parahnya lagi ketika dia akan menerima award sebagai best female video tiba-tiba penyanyi lain merebut mikrofonnya dan mengatakan bahwa dia tidak pantas mendapatkan penghargaan tersebut.

Kejadian tersebut cukup membuat Taylor Swift trauma dan sempat berhenti tampil di publik untuk beberapa tahun. Bahkan dia sempat berpikir, inilah yang orang-orang inginkan dari diri saya, tak ada seorang pun yang ingin melihat saya.

 

Titik Balik Taylor Swift Untuk Menciptakan Kesempatan Kedua

Taylor Swift pun kembali merenungi apa yang telah terjadi selama ini. Sejak kecil dia berusaha untuk meraih apa yang dia impikan, meski harus menghadapi berbagai penolakan dan kegagalan. Pada akhirnya dia kembali terpuruk hanya karena pendapat orang lain tentang dirinya.

Dia pun memilih untuk bangkit kembali dan tidak peduli dengan omongan orang lain. Dia tidak lagi memikirkan apa yang orang lain pikirkan dan apa yang orang sukai dari dirinya. Dia lebih fokus untuk mengembangkan dirinya dan memilih melakukan yang terbaik.

 

Kita Tak Bisa Membuat Orang Lain Berhenti untuk Menjudge Diri Kita

Saat kita merasa dicintai banyak orang terkadang kita lepas kendali, hanya memikirkan apa yang orang-orang sukai dan inginkan dari diri kita. Akhirnya kita melupakan apa yang membuat kita bahagia. Kebahagiaan kita jadi tergantung dengan apa yang orang lain pikirkan tentang diri kita.

Padahal justru hal ini yang perlahan menghancurkan diri kita, membuat kita lupa akan mimpi-mimpi dan tujuan hidup kita. Melelahkan jika harus menuruti semua pendapat orang dan mengikuti apa yang membuat mereka bahagia.

Lupa membahagiakan diri sendiri pada akhirnya berujung pada kehancuran. Percayalah bahwa sebenarnya kita tidak sespecial itu di mata orang-orang. Jadi jangan terlalu terobsesi memikirkan pendapat orang lain tentang diri kita.

Fakta menyebutkan bahwa orang lain tidak akan memiliki waktu lebih dari 5 menit untuk memikirkan kita. Mereka lebih sibuk dengan masalah mereka masing-masing. Jadi pahamilah bahwa judging orang lain terhadap diri kita seharusnya bisa kita kendalikan agar tidak berpengaruh pada kehidupan pribadi kita.

Mulailah untuk lebih percaya pada diri sendiri dan tidak mempedulikan pendapat orang lain. Biarkan lah mereka mengatakan apa yang mereka pikirkan tentang kita tapi sebaiknya kita tetap berada pada tujuan kita. Karena kita tidak harus mengikuti apa yang mereka katakan. Seharusnya kita lebih mengikuti apa kata hati kita.

Posting Komentar untuk "Kisah Inspiratif Tentang Penolakan, Taylor Swift Mulai Tidak Peduli Dengan Pendapat Orang"