Review Drama Korea More Than Friends (2020)

 

Sumber Gambar : idntimes.com

Drama Korea More Than Friends ini menceritakan tentang cinta dan persahabatan. Cinta yang sudah tumbuh sejak SMA hingga dewasa.

Dalam drama ini juga dibumbui dengan cerita persahabatan 3 orang perempuan sejak SMA, yaitu Kyung Woo Yeon, Han Jin Ju, dan Kim Young Hee. Persahabatan mereka berlanjut hingga mereka dewasa.

Tantangan lebih banyak ditunjukkan pada perjalanan kisah cinta masing-masing tokoh, meski tokoh utama dalam drama ini lebih banyak memusatkan kisah cinta antara Woo Yeon dan Lee Soo, yang diperankan oleh Ong Seung Wu.

Nah, persahabatan menjadi dukungan bagi mereka untuk bisa melanjutkan jalan hidup, baik karena soal cinta maupun pekerjaan.  

Pemain

Dari segi pemain sebenarnya banyak yang bisa kita pelajari dari masing-masing peran yang ditampilkan. Woo Yeon dengan sifatnya yang selalu penurut sejak SMA sehingga dia mudah dibully oleh teman-teman sekolahnya dulu.

Mungkin ada yang sedang mengalami nasib yang sama seperti Woo Yeon ketika di SMA. Untuk bisa diterima dalam pergaulan maka ada saja kelompok-kelompok cewek di sekolah yang membuat geng dan membully teman lainnya.

Woo Yeon ini karakternya perlu dikasihani sih karena meski dia sering disakiti tapi akan memilih bersikap baik-baik saja. Saking baiknya membuat Lee Soo gemas dan memilih melindungi Woo Yeon dengan caranya.

Lama kelamaan Woo Yeon merasa diperhatikan oleh Lee Soo dan mulai menyukainya. Namun Lee Soo melanjutkan sekolahnya ke Amerika dan disitulah pertama kalinya Woo Yeon menyatakan perasaannya kepada Lee Soo. Tapi ditolak oleh Lee Soo.

Woo Yeon memiliki dua sahabat yang punya latar belakang berbeda meski keduanya berhasil mendapatkan pekerjaan yang baik. Young Hee dari keluarga cukup miskin sehingga dia harus bekerja keras sejak sekolah untuk bisa membiayai hidupnya. Meski berhasil mendapatkan pekerjaan di perusahaan internasional tetapi Young Hee menganggap dirinya terlalu miskin, banyak beban yang harus dia pikul, seperti merawat ibunya dan membiayai adiknya sekolah.

Berbeda dengan Han Jin Ju yang berhasil menjadi jaksa. Dia memang berasal dari keluarga yang kaya raya, tetapi hambatan hidupnya pada bagaimana dia selalu gagal dalam menemukan pendamping hidup.

Di sisi lain, pemeran prianya sebagai Lee Soo, diam-diam dia juga menyukai Woo Yeon tetapi kehidupan masa lalunya terlalu rumit baginya untuk bisa menjalin hubungan dengan seorang wanita. Berkaca dari kedua orang tuanya yang bercerai membuat Lee Soo menjadi pribadi yang berbeda, dia lebih senang menyendiri dan tidak memiliki seseorang yang dekat dengannya.

 

Alur Cerita

Dari alur cerita, saya lebih suka mengambil hikmah dari perjalanan hidup masing-masing tokohnya daripada kisah cintanya sendiri. Dan entah kenapa sosok Young Hee lebih dekat dengan saya, lebih suka memendam masalah pribadi daripada menceritakan kepada teman-temannya.

Cerita dari drakor ini adalah alur maju karena terus menceritakan kehidupan masing-masing tokoh hingga dewasa. Meski ada sekilas alur mundurnya itu karena memperlihatkan masa lalu Woo Yeon saat menunggu Lee Soo selama 10 tahun dan kehidupan Young Hee kecil ketika dia sering ditinggal ibunya bekerja.

Kesan saya dengan alur cerita dalam drakor ini adalah cukup mengharukan. Kehidupan tokoh utama, yaitu Woo Yeon memang lebih banyak menceritakan kisah cintanya dan pencarian jati dirinya sebagai seorang juru kaligrafi.

Namun ada lagi yang cukup mengharukan, yaitu pada kehidupan Young Hee. Young Hee ini bisa dibilang punya self esteem yang cukup rendah, jadi dia berpendapat bahwa mengeluh, menangis, dan menceritakan masalah hidupnya kepada orang lain bisa merendahkan harga dirinya. Dia pun berkomitmen untuk menjaga rahasia kehidupannya. Bahkan kekasihnya yang sudah 10 tahun itupun tak dia beri tahu bagaimana kehidupan keluarga Young Hee.

Pada akhirnya ketika ibunya sakit kanker perut dan harus menjalani kemoterapi terungkaplah kondisi Young Hee yang sebenarnya karena pacarnya pun mendesaknya untuk segera menikah.

Young Hee merasa tidak pantas berada di tengah keluarga Hyung Jae yang berbeda dari kondisi keluarganya. Hingga dia rela seperti pembantu ketika ada acara di keluarga Hyung Jae.

Pada beberapa episode terakhir diceritakan ibu Young Hee meninggal dunia dan dia akhirnya memutuskan untuk bisa menangis. Hal yang simple tapi cukup sulit dilakukan. Dan Young Hee pun lega.

Bagian ini buat saya sangat menguras emosi sekali karena seperti harus merobohkan dinding pertahanan yang selama ini dibangun sangat tinggi.

Saya pun mengalaminya, ketika ibu dan ayah saya meninggal dunia sangat sulit rasanya untuk melepaskan atau membiarkan diri sendiri menangis. Saya harus menahannya hingga keadaan baik-baik saja dan tak ada orang di sekitar saya.

Kondisi yang saya alami karena saya merasa sebagai anak tunggal harus lebih tanggap dalam menyelesaikan masalah. Bagaimana jika saya sebagai anak satu-satunya ketika orang tua meninggal malah menangis hingga pingsan, siapa yang akan mengurus pemakaman dan lain-lain.

Jadi sudah sejak kepergian ibu saya bahwa diri saya harus kuat ketika menghadapi kesedihan ini. Setidaknya saya harus menyelesaikan dulu pekerjaan yang di depan mata. Selanjutnya jika sudah sepi dan sendiri saya bisa menangis seharian di pojok kamar.

Kenapa malah jadi curhat ya? Hehehe

Ya seperti itulah yang dialami Young Hee. Menurut saya dia lebih beruntung karena punya sahabat dan kekasih yang bisa menjadi tempatnya untuk bersandar.


Hikmah Drakor More Than Friends

Menurut saya drakor ini lebih mengedepankan tentang bagaimana sih jika harus memendam perasaan dengan orang yang sama selama bertahun-tahun. Seolah-olah tidak ada kata bosan, Woo Yeon dan Lee Soo saling mencintai.

Perasaan yang semulus itu pun juga selalu ada hambatannya. Pertengkaran dan perpisahan yang terjadi dalam hubungan mereka karena belum bisa terbuka satu sama lain.

Hikmah selanjutnya tentu saja dari kehidupan Young Hee. Harga diri bukan ditunjukkan dari bagaimana kamu mengeluh dan menangis di tengah perjuangan hidup. Justru memendam tangis sendiri akan menjadi lautan yang lama – kelamaan akan membuat dirimu tenggelam sendiri. Itu kata Hyung Jae, pacar Young Hee.

Jadi tak ada salahnya menangis jika kamu ingin menangis. Tak mengapa sedih ketika keadaan tidak membahagiakanmu. Berhentilah bersikap baik-baik saja. Berhenti menjadi pinokio dalam kehidupanmu karena itu tak ada artinya.

Oya, pelajaran lainnya yang bisa dipetik dari drakor ini juga bagaimana Woo Yeon menemukan jati dirinya sebagai kaligrafer. Awalnya dia bekerja serabutan dan sering ambil part time. Namun dia tersadar oleh perkataan Lee Soo yang mengatakan bahwa dalam hidup ini ada dua takdir yang bisa kamu pilih, yaitu pasangan dan pekerjaan. Jadi sayang sekali jika kamu tidak memilihnya.

Ada benarnya karena takdir lainnya, seperti kelahiran, kematian, siapa orang tua kita, kita tak pernah bisa memilihnya. Uang memang penting, tapi lebih penting lagi bagaimana kamu bahagia dengan pilihanmu dan kehadiranmu bisa bermanfaat bagi sesama, bukan?

Posting Komentar untuk "Review Drama Korea More Than Friends (2020)"