Cerita Anak Islami Tentang Kejujuran

 


Membacakan cerita anak islami tentang kejujuran merupakan stimulus yang tepat untuk mengembangkan cara berpikir anak. Hal ini seperti memberikan doktrin secara halus ke dalam diri anak tanpa menasehatinya secara langsung yang bagi anak tentunya lebih membosankan.

Semakin dilarang anak malah semakin ingin melakukan karena jiwa penasaran pada diri anak. Jadi kamu pun jangan menyalahkan anak ketika anak justru melakukan sesuatu yang kamu larang.

Dalam sebuah studi tahun 2013 dalam Sage Journal: Child Language Teaching and Therapy, anak yang sejak dini terbiasa dibacakan cerita memiliki kemampuan lebih dalam aspek perkembangan bahasa dan kognitifnya di kemudian hari.

Ada banyak jenis cerita Islami untuk anak yang bisa kamu bacakan, misalnya sebelum tidur. Ini dapat membantunya tidur lebih nyenyak, sekaligus belajar tentang teladan terpuji agar terhindari dari kebiasaan-kebiasaan buruk.

Dikutip dari buku '100 Kisah Islami Pilihan untuk Anak-anak' oleh Salman Iskandar, berikut salah satu cerita Islami untuk anak yang bisa kamu pilih :

 

Cerita Anak Islami Tentang Kejujuran Abdul Qadir

Saat berusia 18 tahun, Syaikh Abdul Qadir meminta izin kepada ibunya merantau ke Bagdad untuk menuntut ilmu. Ibunya tidak menghalangi cita-cita mulia Abdul Qadir meskipun dia khawatir melepaskan anaknya sendirian menempuh perjalanan beratus-ratus kilometer.

Sebelum pergi, ibunya berpesan kepada Abdul Qadir agar berkata jujur dalam keadaan apa pun. Lalu, ibunya membekali uang 40 dirham dan dijahit di dalam pakaian Abdul Qadir. Setelah itu, ibunya melepas Abdul Qadir pergi bersama kafilah dagang yang kebetulan hendak menuju Kota Bagdad.

Namun, dalam perjalanan, mereka dihadang dan diserang oleh 60 orang penyamun. Semua barang dagangan kafilah dirampas. Para penyamun itu sama sekali tidak mengusik Abdul Qadir karena mereka menyangka dia tidak mempunyai apa pun, kecuali pakaian yang melekat di tubuhnya.

Salah seorang penyamun bertanya pada Abdul Qadir, "Hai Anak Muda! Apa yang ada pada dirimu?"

Abdul Qadir menjawab dengan sejujurnya bahwa ia memiliki uang 40 dirham di dalam pakaiannya. Penyamun itu heran dan tidak memercayainya. Akhirnya, dia melaporkan kepada pemimpinnya. Lalu, pakaian Abdul Qadir dipotong dan dirobek isinya. Para penyamun terkejut. Mereka mendapati 40 dirham sebagaimana dikatakan Abdul Qadir.

Pemimpin penyamun itu pun langsung bertanya pada Abdul Qadir, "Kenapa engkau berkata jujur, padahal engkau mengetahui bahwa 40 dirham uangmu itu akan kami rampas?"

"Aku telah berjanji kepada ibuku bahwa aku tidak akan pernah berkata bohong walau apapun yang terjadi. Karena dengan berbohong, orang tidak akan lagi memercayaiku. Padahal, kepergianku ke Bagdad untuk mencari ilmu kepada orang awam. Aku ingin orang-orang selalu memercayaiku."

Ketika mendengar Abdul Qadir mengatakan alasan kejujurannya, pemimpin penyamun tersadar. Dia pun menangis, menginsafi kesalahannya. Dia bersumpah tidak akan merampok lagi. Penyamun itu bertobat di hadapan Abdul Qadir, yang diikuti oleh para pengikutnya.

Hikmah Cerita Anak Islami Tentang Kejujuran Bagi di Atas

Cerita Islami Abdul Qadir mengajarkan tentang hikmah bersikap jujur. Meski terkesan hal yang biasa, namun kejujuran sangat penting dibiasakan dan diperkenalkan pada anak sejak dini.

Dikutip dari Psychology Today, kejujuran dilihat anak lebih banyak dari lingkungan sekitar, terutama dari orang tua. Sikap yang ditunjukkan oleh orang tua dalam kehidupan sehari-hari, berpengaruh besar terhadap perkembangan sikap ini.

Menurut psikolog dari Rutgers University, Vanessa LoBue, PhD, membacakan cerita tentang kejujuran juga membawa pengaruh positif. Terutama jika karakter dalam cerita tersebut berani mengatakan kebenaran.

Cara-cara membiasakan sikap jujur bisa diterapkan orang tua dalam beberapa langkah. Pertama, jangan lupa memberikan apresiasi jika anak berani berkata jujur, meskipun ia mungkin melanggar aturan. Ini akan membuat anak mereka lebih baik dipuji karena jujur daripada dihukum karena berbohong dan pelanggarannya.

"Kedua, bicarakan dengan anak tentang nilai pentingnya mengatakan kebenaran. Bacakan cerita yang menyoroti manfaat positif dari mengatakan kebenaran alih-alih konsekuensi negatif dari berbohong," pesan LoBue.

 

 

Cerita Anak Islami Tentang Kejujuran : Harta Pusaka Terpendam

Dahulu kala, hiduplah seorang petani tua rajin yang memiliki banyak anak. Anak-anak petani itu begitu malas bahkan beribadah saja tak mau, berbeda dengan ayahnya. Petani sedih karena dia sudah semakin tua dan tak mungkin selamanya mendampingi mereka.

Dia lalu berpikir bagaimana caranya untuk mengubah sifat anak-anaknya tersebut. Diberitahulah mereka bahwa di ladang terdapat harta terpendam. Jika mereka dapat menemukannya, maka kehidupan mereka akan terjamin.

Menuruti perkataan sang ayah, mereka pun bekerja keras untuk menemukan harta yang dimaksud. Meskipun telah menggali semua tanah di ladang itu, mereka tetap tidak menemukan harta terpendamnya. Mereka pun kecewa dan hampir putus asa.

Tapi mereka tak berhenti begitu saja, salah satu dari mereka berpikiran untuk menanam tanaman gandum. Kemudian, ditanamlah gandum tersebut. Beberapa waktu kemudian, tanaman tersebut dapat dipanen dan hasilnya begitu melimpah.

Setelahnya, mereka menanami ladangnya dengan gandum lagi. Mereka bekerja lebih giat dan merawat tanaman tersebut lebih baik. Pada panen selanjutnya, hasil yang mereka terima menjadi lebih banyak daripada sebelumnya.

Akhirnya anak-anak petani itu pun sadar akan apa yang dikatakan oleh sang ayah. Harta terpendam yang dimaksud bukanlah berwujud benda, tetapi sesuatu yang harus diusahakan.

Bagaimana menurut kamu setelah membaca cerita anak islami tentang kejujuran di atas? Seperti yang telah saya tuliskan di atas bahwa melalui cerita anak akan menjadi lebih peduli dan peka terhadap dirinya sendiri dan sekitarnya. Selamat membaca cerita inspiratif lainnya dan semoga bermanfaat bagi kehidupanmu.

 

Source : https://www.haibunda.com/parenting/20210506085248-61-211510/cerita-islami-dengan-hikmah-kejujuran-yang-bisa-diteladani-anak

 

Posting Komentar untuk "Cerita Anak Islami Tentang Kejujuran"