3 Cerita Motivasi Kerja Ikhlas yang Menginspirasi

 


Bekerjalah dengan sepenuh hati, bukan setengah hati, apalagi sepenuh gaji. Buat kamu yang sedang lelah bekerja, cobalah membaca cerita motivasi kerja ikhlas berikut ini.

Keikhlasan dalam bekerja bisa membantumu untuk menghilangkan stress dan rasa lelah menjadi lillah. Ya, sebaiknya kita bekerja karena hanya mengharap ridho Allah SWT. Sudah sepantasnya kerja dan upaya kita lakukan hanya karena-Nya. Bukan karena takut dengan atasan, ingin terlihat kaya oleh tetangga-tetangga, dan alasan lain yang itu sebatas dunia saja.

Jangan habiskan waktumu untuk pekerjaan yang menjauhkanmu dari-Nya. Simak cerita motivasi kerja ikhlas berikut ini!

 

Cerita Motivasi Kerja Ikhlas : Kisah Si Penebang Pohon

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan keadaan kerja yang bakal diterima sungguh-sungguh baik, sehingga si calon penebang pohon itu bahkan bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang semestinya diselesaikan dengan sasaran waktu yang telah ditetapkan kepada si penebang pohon. Hari pertama bekerja, ia berhasil merobohkan 8 batang pohon.

Petang hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan lapang dada, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sungguh-sungguh terpukau dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu.”

“Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”. Penebang kayu pun semakin bersemangat oleh pujian majikannya. Keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tapi ia cuma berhasil merobohkan 7 batang pohon.

Hari ketiga, ia bekerja lebih keras lagi, tapi kesudahannya tetap tak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, kian sedikit pohon yang berhasil dirobohkan.

“Sepertinya saya telah kehilangan kecakapan dan kekuatanku, bagaimana saya dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa.

Dengan kepala tertunduk ia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tak paham apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”

“Mengasah kapak? Saya tak punya waktu untuk itu, saya sungguh-sungguh sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga.”

Kata si penebang, “Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu dapat menebang pohon dengan hasil luar biasa.

Hari-hari selanjutnya, dengan energi yang sama, mengaplikasikan kapak yang sama tapi tak diasah, kamu tahu sendiri, kesudahannya kian menurun. Maka, sesibuk apa saja, kamu semestinya menyempatkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan energi yang sama dan hasil yang optimal.

“Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan langsung kembali bekerja!” instruksi sang majikan. Sambil mengangguk-anggukkan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.
Sama seperti si penebang pohon, kita bahkan setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas berkala.

Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat. Saat istirahat sebentar kita bisa mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan, dan spiritual. Seandainya kita mampu memegang irama kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan, dan selalu baru.

 

Cerita Motivasi Kerja Ikhlas : Kerja Keras Tak Pernah Sia-sia


Cuba Gooding Jr. dikenal sebagai aktor yang memiliki karakter kuat. Sejumlah filmnya laris di pasaran dan mendapat berbagai penghargaan.

Perannya sangat memukai dalam Jerry Maguire dimana dia bermain dengan Tom Cruise. Gooding juga bermain bagus dalam film A View Good Men (film peraih 4 Oscar) yang juga bersama Tom Cruise, Demi Moore, dan Jack Nicholson. Selain itu, dia juga berperan di dalam film As Good as It Gets (peraih 2 Oscar) bersama Jack Nicholson, Men of Honor bersama Robert de Niro dimana dia dinominasikan meraih Oscar keduanya, dan sejumlah film lain.

Gooding lahir di New York pada 2 Januari 1968. Keluarganya pindah ke Los Angeles dikala Gooding berusia empat tahun. Di kota ini grup band ayahnya meraih kesuksesan dengan single lagunya yang populer, Everybody Plays the Fool.

Saat kesuksesan itu berujung buruk karena sang ayah meninggalkan mereka. Dengan hanya tinggal bersama orang tua tunggal, sekolah Gooding pun jadi semrawut. Dia berkali-kali pindah sekolah.

Saat bermain break dance, Gooding bertemu pencari bakat Hollywood yang kemudian mengajaknya main sebagai pembuka pertunjukan penyanyi Lionel Richie dan Paula Abdul pada tahun 1984.

Berkat break dance juga dia tampil sebagai penari pada pembukaan Olimpiade Los Angeles 1984. Berbagai seni peran pun dia tekuni dengan bagus. Selepas SMA dia bahkan berlatih beladiri di Jepang.

Dikala itu prospeknya di dunia akting belum dia temukan. Akibatnya usaha kerasnya pun akhirnya membawa hasil. Pada tahun 1986 dia mendapat peran pertama di serial TV Hill Street Blues walaupun Cuma tampil dua episode.

Sesudah itu dia berperan kecil dalam sebagian serial TV lain, termasuk salah satunya serial Mc Gyver yang familiar itu.

Gooding mulai main di layar lebar tahun 1988 melalui film Coming to America. Tetapi berperan menjadi figuran sebagai seorang anak yang tengah dicukur.

Lama kelamaan perannya makin besar hingga jam terbangnya pun cukup panjang di film Boyz n the Hood (1991). Film tersebut masuk nominasi peraih Oscar untuk sutradara terbaik dan skenario terbaik dan Gooding ikut serta menjadi sorotan karena berperan bagus sebagai Tré Styles.

Akhirnya dia mendapat pelbagai tawaran untuk main dengan sejumlah bintang film besar. Terbukti memang kesuksesan telah dia raih saat ini. Meski saat SMA adalah masa-masa terberat Gooding.

Namun keinginannya begitu kuat, dia mulai serius belajar drama tak peduli apapun halangannya. “Waktu terberat ialah dikala SMA, (dikala itu) saya tak punya pekerjaan dan selalu kesusahan. Sedangkan untuk bisa pergi mengikuti audisi paling bagus bisa naik bis atau jalan kaki (karena tak punya uang),” katanya.

Kerja keras Gooding yang tak pernah sia-sia. Perjalanan panjang yang dia lewati berupa kesedihan, kesusahan, keterbatasan, ternyata membentuk karakter dan kepribadiannya yang semakin kuat untuk bisa menjadi orang yang sukses.

 

Cerita Motivasi Kerja Ikhlas : Sukses Cuci Piring di AS

Sekitar 6 tahun lalu, tepatnya tahun 2005, pria bernama Rudi Suparto ini terbang ke Amerika Serikat demi mencari uang lebih.

Akibatnya ternyata, mantan sales manager ini tak dapat mendapat pekerjaan yang lebih bagus selain tukang cuci piring di sebuah kafe.

Saya kehidupannya di Amerika Serikat terbilang tak mudah bagi pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur ini. Menjadi manager restoran tak bisa dilakukan karena sebenarnya dirinya tak dapat berbahasa Inggris dengan lancar.

Hanya tukang cuci piringlah yang dapat dijadikan nafkah penghidupannya di tahun-tahun pertama di negeri Paman Sam ini. “Sedih sekali sebenarnya waktu itu. Sedangkan saya tak biasanya mengontrol sampah dan kotoran makanan,” kisah Rudi. Luar biasanya, situasi menyedihkan ini tak membuat Rudi pantang menyerah.

Justru dia belajar dari keadaannya itu. Dia mulai mengenal cara memasak dan seluk beluk kafe.

Ketekunan dan kegigihannya selama setengah tahun membuatnya bisa memiliki sebuah kafe cepat saji miliknya sendiri, yang diberikan nama Work Express. Kafe ini berlokasi di jalan utama kompleks kasino, Las Vegas, Amerika Serikat.

Ibarat kacang yang tak lupa akan kulitnya, Rudi bahkan ikut serta menolong sesama imigran asal Indonesia. Umumnya karyawannya ialah orang Indonesia, dan cuma juru masaknya saja yang warga China.

Karena telah memiliki kehidupan mapan di Amerika, Rudi konsisten berencana untuk menghabiskan masa tuanya di Indonesia.

Pencapaian Rudi Suparto ini menandakan bahwa tiap-tiap keringat kerja keras di bidang apapun, bahkan jika sekiranya ditekuni dengan niat bagus, maka dapat berbuah kesuksesan yang manis.

Apa yang dilakukan Rudi juga patut diikuti. Sejauh apapun kita melalang buana dan apalagi menuai keberhasilan di negeri orang, layaknya kita tak melupakan kampung halaman.

Ketiga cerita motivasi kerja ikhlas di atas memberikan bukti kepada kita bahwa keikhlasan dalam apapun pekerjaan kita akan menuai hasil yang baik. Jangan paksa dirimu untuk kerja keras tanpa rasa ikhlas dihati.

 

Posting Komentar untuk "3 Cerita Motivasi Kerja Ikhlas yang Menginspirasi"