3 Kisah Inspiratif Singkat yang Menggugah Hati

 


Kisah inspiratif singkat berikut ini penuh makna yang pastinya bisa menggugah hati saat kamu mulai membacanya. Pesan di dalamnya sangatlah berharga untuk kehidupan kita.

Saya sendiri lebih senang membaca cerita-cerita yang penuh dengan pesan moral di dalamnya. Karena hal itu bisa membuka hati dan pikiran saya, terutama ketika sedang sedih dan kecewa.

Semoga kamu pun bisa menikmati kisah-kisah berikut ini ya!

 
Kisah Inspiratif Singkat : Cangkir Yang Cantik

Sepasang kakek dan nenek pergi berbelanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu”, kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat”, ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud itu berbicara, “Terimakasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidaklah cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.”

“Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop! Stop! Teriakku, tetapi orang itu berkata, Belum!, lalu ia mulai menyodokku dan meninjuku berulang-ulang”.

“Stop! Stop! Teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih parah lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian.”

“Panas! Panas! Teriakku dengan keras. Stop! Cukup! Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini kembali menyahut, “Belum!”

Akhirnya, ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir selesailah penderitaanku. Tapi, ternyata belum. Setelah dingin, ia menyerahkan aku ke seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. “Stop! Stop!” Aku berteriak.

Wanita itu berkata, “Belum!”. Lalu ia memberika aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya. “Tolong! Tolong! Hentikan penyiksaan ini”, sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas ‘menyiksaku’ kini dibiarkannya diriku menjadi dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita mengangkat dan menempatkanku di dekat kaca. Aku melihat diriku dan aku terkejut sekali. Hampir-hampir aku tidak percaya, karena di hadapanku telah berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua penderitaan dan kesakitanku yang lalu menjadi sirna tatkala aku melihat diriku sekarang ini.

Seperti itulah Tuhan membentuk kita. Ibarat sebuah cangkir yang cantik. Pada saat Tuhan membentuk kita mengarungi hidup ini, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara Tuhan untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai cobaan, sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan kekuatan. Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya kamu menjadi sempurna dan utuh, tidak kurang suatu apapun.

Apabila kamu sedang menghadapi ujian hidup, jangan berkecil hati. Karena Dia sedang membentuk kamu. Proses pembentukannya memang menyakitkan dan membuat penderitaan. Namun, percayalah, setelah semua proses itu selesai, kamu akan melihat betapa cantiknya Tuhan menghasilkan kamu.

 

Kisah Inspiratif Singkat : Raja dan Laba-Laba

Dahulu kala di negeri Skonlandia, ada seorang raja bernama Bruce. Dia sudah enam kali memimpin pasukannya menuju medan perang melawan sang agresor dari England. Namun selama enam kali pertempuran itu, pasukannya selalu babak belur dihajar oleh musuh, hingga terpaksa mengalami kekalahan dan melarikan diri ke hutan.

Akhirnya, dia sendiri juga bersembunyi di sebuah gubuk kosong di dalam hutan belantara.

Suatu hari, hujan turun dengan derasnya, air hujan menerobos dari atap rumah yang bocor mengenai muka Bruce, sehingga dia terbangun dari tidurnya. Sesaat dia merenungi nasibnya yang malang karena tidak dapat mengalahkan musuh, walaupun dia telah mengerahkan segala daya upaya.

Semakin dia memikirkan hal ini, hatinya semakin pedih dan hampir putus asa.

Pada saat itu, mata Bruce menatap ke atas balok kayu yang melintang di atas kepalanya, di sana ada seekor laba-laba sedang merajut sarangnya.

Dia dengan seksama memperhatikan gerak gerik laba-laba tersebut, dihitungnya usaha si laba-laba yang telah enam kali berturut-turut berusaha sekuat tenaga mencoba mengaitkan salah satu ujung benang ke balok kayu yang berada di seberangnya, namun akhirnya gagal juga.

“Sungguh kasihan makhluk kecil ini.” kata Bruce, “Seharusnya kau menyerah saja!”

Namun, sungguh diluar dugaan Bruce, walaupun telah enam kali si laba-laba gagal mengaitkan ujung benangnya, dia tidak lantas putus asa dan berhenti berusaha, dia coba lagi untuk yang ke tujuh kalinya, dan kali ini dia berhasil. Melihat ini semua, Bruce sungguh merasa kagum dan lupa pada nasib yang menimpa dirinya.

Bruce akhirnya berdiri dan menghela napas panjang, lalu dengan lantang dia berteriak, “Aku juga akan bertempur lagi untuk yang ketujuh kalinya!”

Bruce akhirnya benar-benar mendapatkan semangatnya kembali, ia segera mengumpulkan dan melatih lagi sisa-sisa pasukannya, lalu mengatur strategi dan menggempur lagi pertahanan musuh, dengan susah payah dan perjuangan yang tak kenal menyerah, akhirnya Bruce berhasil mengusir pasukan musuh dan merebut kembali tanah airnya.

 

Kisah Inspiratif Singkat : Bangun, Bergeraklah dan Menang

Suara letusan peluru dari sebuah pistol, tanda pertandingan dimulaipun terdengar. Hari ini adalah hari pertandingan para kelinci memperebutkan sebuah piala wortel terbesar dan terlezat di kota kelinci. Sebuah alat peledak kecil menempel di pinggang setiap pemain. Itu adalah bom waktu, yang akan meledak pada saat waktu yang diberikan kepada setiap pemain telah habis. Hmm..benar-benar pertandingan yang penuh resiko.

Little rabit pun ikut dalam pertandingan itu. Dia kelihatan berlari begitu penuh semangat. Sekali-sekali dia melirik ke arah penonton. Wah…banyak sekali kelinci yang datang. Ada yang berteriak memberi dia semangat, ada yang mengejeknya, dan berusaha menjatuhkan semangatnya.

”Aku pasti menang” katanya.

Tapi tiba-tiba… “Ups, apa ini ?” Oh..ternyata dia jatuh di dalam sebuah lubang jebakan yang dalam. Dia sangat sedih. Tiba-tiba dia mendengar suara, “Ayo little rabit, bangunlah! Kamu harus terus berlari.”

“Suara apa itu ?” Oh ternyata itu adalah suara sahabatnya.” Terima kasih sobat, aku akan terus berlari” katanya pelan. Diapun bangun dan berlari lagi.

Tapi tak beberapa lama kemudian…Ups..dia jatuh lagi ke sebuah lubang yang lebih dalam lagi. Dia melirik ke bom waktunya. Oh.. masih ada waktu untukku. Tapi…dilihatnya peserta-peserta lomba yang lain telah mendahuluinya.

“Apakah aku akan menang? Ataukah semuanya telah percuma untuk diteruskan?”

“Ayo..little rabbit, jangan berhenti karena jebakan itu. Kau harus menang!” Oh..suara itu lagi. Dia pun bangkit dan meneruskan perlombaan.

Tapi untuk yang ketiga kalinya, dia jatuh, dan kali ini, dia benar-benar putus asa. Didengarnya orang-orang mulai mentertawakan dia. “Wah..benar-benar kelinci yang bodoh!” kata mereka. Diapun menangis, menyalahkan diri sendiri, ”Tidak..aku tidak bisa lagi..aku telah kalah dan bom waktu di pinggangku ini pasti akan meledakkan tubuhku dan..oh sahabatku, apakah dia juga telah pergi meninggalkan aku, apakah dia juga ikut mengejekku seperti yang lainnya karena kebodohanku?”

Tapi tiba-tiba, “Hai little rabbit, aku masih di sini! Ayo cepat bangun, aku telah menunggu untuk memberimu selamat atas kemenanganmu. Kau harus menang. Bangkit, terus maju, dan menanglah. Jangan biarkan dirimu tertipu lagi oleh jalan-jalan berlubang ini. Ini jebakan yang harus kau lewati”

“Ya…kau benar. Inilah yang dinamakan perlombaan. Masalahnya bukan pada lubang-lubang jelek itu, tapi masalahnya ada pada kita sendiri. Aku harus melaluinya. Terima kasih sahabatku.” Nah..kali ini little rabbit melangkah dengan penuh hati-hati. Dia berlari secepat mungkin sambil berhati-hati dengan lubang-lubang jebakan itu. Dia berlari…terus berlari..melewati yang lainnya..dan.. yes.. diapun memenangkan pertandingan itu.

Sambil memegang piala wortel yang besar, dia berkata, “Hidup ini adalah sebuah perlombaan, dengan banyak sekali jebakan di dalamnya. Dan pada saat kau jatuh, tak peduli untuk yang ke berapa kalinya. Kamu harus bangkit, berlari terus, dan menangkan perlombaanmu.”

 

Bagaimana kisah inspiratif singkat di atas menurut kamu? Menarik ya pastinya. Jangan lupa untuk baca juga kisah lainnya di sini ya. Dan cantumkan juga sumbernya jika kamu ingin mencopy paste atau menyebarkannya melalui media sosial. Terima kasih.

 

Source : https://www.kozio.com/cerita-motivasi/

 

Posting Komentar untuk "3 Kisah Inspiratif Singkat yang Menggugah Hati"