8 Kisah Inspiratif untuk Siswa dalam Meraih Prestasi

 


Belajar dari kisah inspiratif untuk siswa dari pengalaman berbagai pelajar di seluruh dunia memang menarik. Wawasan kita pun menjadi lebih luas.

Hal ini sangat berguna bagi si anak sendiri atau pun kita yang nantinya akan menjadi orang tua dari anak. Sudah tidak sepantasnya didikan konvensional kita adopsi mengikuti didikan orang tua kita dulu kepada kita.

Namun sudah saatnya kita, para calon orang tua, yang harus belajar lagi memahami seperti apa dunia saat ini agar mampu mendidik dan mengarahkan anak sesuai bakat dan keinginan diri anak serta sesuai dengan perkembangan jaman.

Penting sekali untuk mengetahui bakat yang dimiliki anak dan mencari tahu apa yang disukai oleh anak-anak. Dengan begitu kita bisa lebih paham dalam mengarahkan anak sesuai bidang yang mereka inginkan. Karena membuat anak menuruti keinginan orang tua semata bukan lah hal yang baik.

Berikut ada beberapa kisah dari para siswa yang berjuang menemukan dan mengasah bakatnya. Simak kisahnya ya!


Kisah Inspiratif untuk Siswa dalam Bidang Science

Hafizh Bayhaqi



Hafizh Bayhaqi menjadi anak Indonesia yang berprestasi dan inspiratif. Pada usianya yang masih belia, yaitu 12 tahun Hafizh telah berhasil menciptakan aplikasi belajar online atau e-learning.

Anak laki-laki asal kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini menciptakan aplikasi-aplikasi e-learning dengan dibantu oleh sang Papa, Abdul Hakim yang merupakan ahli dibidang pemograman komputer.

Tidak hanya satu, melainkan 4 aplikasi e-learning yang telah Hafizh ciptakan. Aplikasi e-learning tersebut bernama Quiz Matematika, Puzzle Kartini, Good Math, dan Pintar.online. Semua aplikasi tersebut dapat diunduh pada gadget melalui Play Store.

Awalnya, Hafizh membuat aplikasi e-learning tersebut untuk membantu pembelajaran sang Adik yang homeschooling. Namun, kini aplikasi-aplikasi tersebut dapat bermanfaat bagi orang lain.

 

Jack Andraka



Jack Andraka, seorang anak asal Crownsville, Maryland, Amerika Serikat menemukan sebuah alat untuk menunjang bidang sains. Ia merupakan seorang penemu dan peneliti kanker amatir yang menjadi pemenang utama Intel Science Fair 2012.

Di usianya yang baru 15 tahun itu, Jack dianugerahi Gordon E. Moore Award senilai $75.000 karena karyanya berhasil mengembangkan metode baru untuk mendeteksi kanker pankreas.

 

Alex Deans



Saat masih berusia 12 tahun, seorang anak bernama Alex Deans berhasil menciptakan alat bantu yang dapat membantu tunanetra. Alat tersebut bernama iAid, sebuah kacamata yang dilengkapi GPS dan kompas untuk membantu navigasi orang tunanetra berjalan. Penemuan Alex tersebut berhasil meraih anugerah berupa medali emas pada Canadian Wide Science Fair.

 

Kisah Inspiratif untuk Siswa dalam Bidang Seni dan Olahraga

Joey Alexander



Joey Alexander, seorang pianis muda asal Indonesia ini pernah menorehkan rekor dunia. Kemampuannya di bidang musik mengantarkan Joey pada panggung utama Grammy di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat. Saat itu, usia Joey baru menginjak 12 tahun.

Ia juga menorehkan rekor sebagai musisi termuda yang masuk dalam nominasi penghargaan Grammy untuk kategori Best Improved Jazz Solo melalui tembang berjudul Giant Steps dan Best Jazz Instrumental Album untuk albumnya bertajuk My Favorite Things.

 

Samantha Edithso



Anak perempuan kelahiran tahun 2008 ini berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional dengan menjadi juara dunia pada ajang FIDE World Championship 2018 U-10 yang berlangsung di Minsk, Belarusia, akhir Juni lalu.

Ia membawa harum nama Indonesia tak kerkalahkan pada permainan catur selama 9 babak.

Sebelumnya, Samantha telah mengukir sejarah dengan menjadi juara catur cepat (rapid chess) di 2nd Worlds Cadets Rapid and Bliss Chess kategori pada Juni lalu.

Dilansir dari laman Chess-DB, Samantha kini berada pada peringkat ke-5 dunia untuk kategori U-10 dan di peringkat pertama di level Asia.

 

Kisah Inspiratif untuk Siswa dalam Bidang Lingkungan dan Pendidikan

Ryan Hickman



Ryan memiliki jiwa peduli lingkungan yang sangat tinggi. Hal ini terbukti dari kesuksesannya mendirikan Ryan Recycling, sebuah tempat khusus daur ulang pada usia 7 tahun.

Awal ketertarikan yang membuat Ryan melakukan kegiatan positif ini, yaitu kunjungan ke rePlanet di California. Dimana saat itu ia baru menginjak usia 3 tahun.

Ryan Recycling memfokuskan kegiatannya pada pengumpulan sampah untuk di daur ulang, seperti botol bekas dan kaleng. Ia mengumpulkannya dari lingkungan sekitar rumahnya, melalui para tetangga.

Kini, Ryan memiliki pendonor sampah daur ulang lebih dari 50 pelanggan dengan lebih dari 200.000 botol dan kaleng.

 

Malala Yousafzai



Bukan sebuah penemuan yang membawa Malala menjadi anak terkenal di seluruh dunia. Melainkan, sebuah opini di media internasional yang berisi kritik untuk para wanita agar melanjutkan proses belajar.

Saat menuliskan opini tersebut, Malala yang merupakan gadis asal Pakistan tersebut jauh dari pendidikan. Keberanian dan semangat Malala, yang saat itu berusia 11 tahun, sangat menginspirasi masyarakat dunia.

Sebagai orangtua, penting untuk selalu mendukung dan mengarahkan minat dan bakat sehingga anak dapat berprestasi sesuai dengan potensinya. 

 

Greta Thunberg



Seorang anak berusia 16 tahun bernama Greta Thunberg dinobatkan oleh Majalah Time sebagai Person of The Year 2019. Greta merupakan seorang aktivis iklim asal Swedia yang tak gentar mendesak pengambilan langkah menghadapi krisis iklim global.

Majalah Time menuliskan pengumuman, “Berhasil mengubah kecemasan samar tentang planet ini menjadi gerakan dunia yang menyerukan perubahan global,” pada Rabu (11/12/19).

Penghargaan Majalah Time itu diumumkan saat Greta menuduh para pemimpin dunia berusaha membakar gambar para aktivis lingkungan hidup daripada mengambil tindakan keras untuk mencegah pemanasan global.

Saat berbicara pada KTT perubahan iklim PBB COP25 di Madrid pada Rabu (11/12/19). Greta mengatakan, “Bahaya sebenarnya adalah ketika politisi dan CEO membuatnya tampak seperti tindakan nyata yang sedang terjadi, padahal sebenarnya tidak ada yang dilakukan selain dari teknik akuntansi cerdas dan Public Relations yang kreatif,”.

Greta mengawali aksinya pada Agustus 2018 lalu dengan cara bolos sekolah dan berkemah di depan gedung parlemen Swedia untuk meminta pemerintah setempat mengambil tindakan atas bahaya perubahan iklim. Sejak saat itu, Greta menginspirasi aktivis iklim dimana-mana dan menjadi pergerakan global.

 

Kedelapan kisah inspiratif anak dari seluruh dunia, termasuk juga Indonesia, adalah contoh dari sekian banyak anak lainnya yang juga memiliki prestasi tidak kalah hebatnya.

Kuncinya adalah selalu percaya diri dan tidak pernah bosan menemukan potensi diri. Jika kamu atau anakmu belum menemukannya, jangan khawatir, berilah mereka kesempatan untuk mencoba banyak hal. Dengan begitu kita bisa melihat apa yang digemari anak, dimana anak merasa enjoy melakukan kegiatannya.

Bermain gadget pun tidak selalu menjadi hal yang buruk bagi anak. Karena jika orang tua bisa mengalihkan kegemaran anak bermain gadget dengan membantunya membuat aplikasi di gadget, pasti anak tersebut pun semakin senang dan bersemangat berkarya.

Jadi jangan salahkan anak jika mereka tidak tumbuh sesuai keinginan orang tua. Karena disitu ada tanggung jawab orang tua juga dalam mendidik dan mengarahkan anak. Jadi tugas menjadi orang tua pun tidak sekedar menyuruh tetapi juga memberi contoh yang baik.

Demikianlah kisah inspiratif untuk siswa yang bisa kamu ambil hikmah dan manfaatnya bagi kehidupan. Semoga bisa menjadi cerita dalam memberi Pendidikan anak.

Posting Komentar untuk "8 Kisah Inspiratif untuk Siswa dalam Meraih Prestasi"