11 Beasiswa Tahfidz Kedokteran Dalam dan Luar Negeri

Bagi para hafidz Al Qur’an saatnya melebarkan sayap untuk mengenyam Pendidikan hingga ke luar negeri tanpa biaya, apalagi jika ingin studi Ilmu Kedokteran yang cukup mahal. Adanya beberapa beasiswa tahfidz kedokteran sangat membantu untuk biaya studi dan biaya hidup selama masa kuliah.

Bagaimana caranya untuk mendapatkan beasiswa tahfidz kedokteran itu? Nanti akan kita bahas di sini.

Pastinya tidak semua kampus juga menyediakan program beasiswa untuk para hafidz, khususnya beasiswa tahfidz kedokteran, yang paling umum biasanya beasiswa regular untuk masyarakat umum. Nah, kalau beasiswa tahfidz ini khusus bagi para penghafal Al Qur’an (hafidz) yang ketentuan hafalannya setiap penyedia beasiswa bisa berbeda-beda.

 


Cara Mendapatkan Beasiswa Tahfidz Kedokteran

Beasiswa tentu akan sangat meringankan biaya Pendidikan mengingat masa studi Kedokteran yang cukup lama jika dibandingkan dengan jurusan lain. Umumnya, mahasiswa Kedokteran akan menyelesaikan masa studinya sebanyak 11 semester atau sekitar 5 – 6 tahun, itu kalau tidak mengambil spesialis ya. Akan ada studi lanjutan jika memilih menjadi dokter spesialis.

Terlepas dari bagaimana status ekonomi kamu, tidak ada salahnya mencoba jika ada peluang untuk mendapatkan beasiswa.

Berikut ini cara bagaimana agar kamu siap mendapatkan beasiswa tahfidz kedokteran :

  • Berprestasi Secara Akademik

Beasiswa ini biasanya ditujukan kepada para lulusan SMA/SMK/Sederajat untuk menempuh studi jenjang Sarjana. Oleh karena itu, menjaga nilai raport dari kelas X – XII penting kamu lakukan.

Karena menempuh studi jenjang sarjana tidak hanya mengasah kemampuan hafalan Al Qur’an, tetapi juga kemampuanmu secara akademik. Menjadi hafidz Al Qur’an adalah salah satu jalan yang membuka pintu peluang untuk mendapatkan beasiswa saja. Namun dalam masa studinya kamu juga harus bisa menguasai materi dan skill sebagai seorang calon dokter.

Jadi tidak ada salahnya kamu juga mengejar prestasimu secara akademik. Mungkin diawal akan terasa susah, karena kamu harus belajar menghafal Al Qur’an dan belajar materi pelajaran. Namun jika hal itu bisa kamu lakukan secara konsisten dan kamu merasa senang maka tidak akan terasa sulit.

  • Memiliki Minat dan Bakat

Dalam hal ini mungkin kamu punya passion atau hobi dalam bidang lainnya, selain menghafal Al Qur’an, seperti minat dalam bidang olah raga atau seni. Kamu bisa kembangkan bakatmu ini dengan mengikuti kejuaraan yang ada di tingkat sekolah.

Dari prestasi bakat ini bisa menjadi nilai plus kamu saat mendaftar beasiswa, selain keunggulan sebagai hafidz. Jadi lakukan lah hobimu dan raih prestasi menjadi yang terbaik.

  • Hafal Beberapa Juzz Al Qur’an

Beberapa penyedia beasiswa atau kampus yang membuka program beasiswa tahfidz kedokteran dan bidang keilmuan lain biasanya memiliki syarat yang berbeda-beda. Misalnya kampus A mensyaratkan untuk minimal hafal 5 juzz dan kampus B memberi syarat minimal hafal 10 juzz.

Jadi kamu juga harus rajin mengikuti update informasi penyedia beasiswa tahfidz sehingga kamu bisa menyiapkan diri lebih awal.

  • Berperilaku Baik

Berperilaku baik seringkali lupa dilakukan karena merasa sudah berprestasi dan menjadi hafidz. Namun dia terkadang lupa mengamalkan apa yang sudah dipelajari. Melalui perilaku dan akhlak yang baik ini menjadi wujud implementasi ilmu yang dimiliki selama ini.

  • Berdoa dan Minta Restu Orang Tua & Guru

Kekuatan doa orang tua memang tak ada yang menandingi. Jika kamu masih memiliki keduanya di dunia ini, maka jangan sia-siakan untuk meminta restu dari mereka. Namun jika kamu hanya memiliki salah satu atau tidak keduanya saat ini, maka berdoalah kepada Allah SWT.

Jangan lupa juga sebelum mulai belajar dan menghafal Al Qur’an berdoa agar diberi kemudahan dalam prosesnya dan dimampukan. InshaAllah akan menjadi ilmu yang membawa keberkahan bagi kehidupanmu.

 

 

Beasiswa Tahfidz Kedokteran Dalam Negeri

Berikut ini ada beberapa kampus dalam negeri yang menyediakan beasiswa tahfidz kedokteran dan ilmu lainnya. Simak di bawah ini !

  • Universitas Islam Indonesia

UII membuka jalur seleksi Penelusuran Hafidz Al Qur’an (PHA) dengan memberikan syarat kepada lulusan SMA/SMK/MA yang minimal hafal 10 juzz, terkecuali lulusan pondok pesantren.

Namun, bagi lulusan pondok pesantren diperbolehkan mendaftar dengan syarat sedang atau telah mengikuti program pengabdian di pondok pesantren.

Informasi lebih lanjutnya bisa kamu lihat di website ini https://pmb.uii.ac.id/pha/ karena ada beberapa informasi yang perlu kamu update sejak artikel ini ditulis mengenai syarat lain dan proses seleksinya.

  • Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)

Kampus di Surabaya ini membuka seleksi prestasi kategori Tahfidz Al Qur’an melalui jalur SNMPTN dan Jalur Mandiri. Syarat seleksi ini peserta harus menghafal minimal 10 juzz.

Khusus jalur mandiri seleksi prestasi kategori Tahfidz Al Qur’an, ITS membebaskan biaya SPI dengan menunjukan sertifikat tahfidz. Informasi lebih detailnya bisa kamu dapatkan di sini https://smits.its.ac.id/.

  • Institut Pertanian Bogor (IPB)

IPB menyediakan pendaftaran jalur Prestasi Internasional dan Nasional atau PIN. Jalur yang dibuka sejak tahun 1974 ini juga menerima prestasi hafidz Al Qur’an.

Informasinya bisa kamu lihat dan pantau di sini https://admisi.ipb.ac.id/.

  • Universitas Andalas

Universitas Andalas atau Unand di Kota Padang ini membuka jalur mandiri dengan kategori Seleksi Mandiri Berdasarkan Prestasi Unggul atau SMBPU. Jalur ini dilakukan dengan menyeleksi peserta melalui prestasi dalam bidang bakat, minat, atau penalaran, salah satunya di bidang keagamaan, seperti tahfidz Al Qur’an minimal 10 juz.

Informasi resminya bisa kamu cek di sini https://pmb.unand.ac.id/.

  • Universitas Sebelas Maret

Jalur SNMPTN UNS di Solo ini memberikan syarat minimal hafal 15 juz dengan menyertakan sertifikat tahfidz dari Lembaga yang berkompeten yang memiliki kredibilitas, terhitung dua tahun terakhir.

  • Universitas Airlangga

Kampus di Surabaya ini membuka kesempatan bagi para hafidz untuk mendaftar melalui Golden Ticket atau Prestasi Luar Biasa pada jalur SNMPTN. Syaratnya kamu memilih Unair sebagai pilihan utama pada SNMPTN.

Informasinya bisa kamu dapatkan di sini ppmb.unair.ac.id.

  • Universitas Negeri Surabaya

Jalur masuk mandiri yang disiapkan Unesa ada 10, salah satunya jalur prestasi keagamaan meliputi jalur pesantren, jalur tahfidz, dan jalur MTQ.

Kamu bisa cek di laman resmi Unesa ini https://pmbsipenmaru.unesa.ac.id/.

  • Universitas Brawijaya

Unibraw Program Pendidikan Vokasi membuka seleksi jalur masuk prestasi, salah satunya kategori hafidz dan hafidzah Al Qur’an minimal 5 juz. Selain itu, perlu disiapkan juga nilai raport rata-rata minimal 7,5 per semester di bidang pengetahuan.

Informasinya bisa kamu cek di sini https://selma.ub.ac.id/.

  • Universitas Negeri Malang

Kampus ini juga membuka jalur prestasi untuk empat bidang, salah satunya bidang MTQ yang terdiri dari enam pilihan, yaitu tilawah, hifdzil Qur’an, Khaththil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, dan Desain Aplikasi computer Qur’an.

  • Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

UIN Suka Yogyakarta menyediakan pendaftaran Jalur Mandiri Prestasi dengan kemampuan hafal Al Qur’an minimal 26 juz. Kamu bisa dapatkan informasi lengkapnya di sini http://admisi.uin-suka.ac.id/.

  • Universitas Islam Sultan Agung (Unissula)

Beasiswa yang diberikan kepada putra-putri calon pendaftar Unissula yang menghafal Al-Qur’an minimal sudah hafal 5 Juz dengan kriteria sebagai berikut :

a. Hafidz 30 Juz

Keringanan berupa pembebesan Dana Pengembangan Institusi (DPI) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) diberikan kepada seluruh Prodi. Kuota Beasiswa ditentutakn oleh masing – masing Fakultas

b. Hafidz Minimal 26 – 29 Juz

Keringanan berupa pembebesan Dana Pengembangan Institusi (DPI) dan potongan sebesar 80% dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) diberikan kepada seluruh Prodi selain Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi. Kuota Beasiswa ditentutakn oleh masing – masing Fakultas. Hafidz Minimal 21 – 25 Juz Keringanan berupa pembebesan Dana Pengembangan Institusi (DPI) dan potongan sebesar 65% dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) diberikan kepada seluruh Prodi selain Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi. Kuota Beasiswa ditentutakn oleh masing – masing Fakultas.

c. Hafidz Minimal 16 – 20 Juz

Keringanan berupa pembebesan Dana Pengembangan Institusi (DPI) dan potongan sebesar 50% dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) diberikan kepada seluruh Prodi selain Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi. Kuota Beasiswa ditentutakn oleh masing – masing Fakultas.

d. Hafidz Minimal 11 – 15 Juz

Keringanan berupa pembebesan Dana Pengembangan Institusi (DPI) dan potongan sebesar 35% dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) diberikan kepada seluruh Prodi selain Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi. Kuota Beasiswa ditentutakn oleh masing – masing Fakultas.

e. Hafidz Minimal 5 – 10 Juz

Keringanan berupa pembebesan Dana Pengembangan Institusi (DPI) dan potongan sebesar 20% dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) diberikan kepada seluruh Prodi selain Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi. Kuota Beasiswa ditentutakn oleh masing – masing Fakultas.

 

Informasi lengkapnya bisa kamu cek di sini http://pmb.unissula.ac.id/.

Beasiswa Tahfidz Kedokteran Luar Negeri bisa kamu cek artikelnya di sini.

 

Itulah informasi 11 kampus di dalam negeri dan luar negeri yang menyediakan beasiswa tahfidz kedokteran dan jurusan lainnya. Semoga bermanfaat.

 

 

 

Posting Komentar untuk "11 Beasiswa Tahfidz Kedokteran Dalam dan Luar Negeri"