Cara Mendapatkan Bidikmisi 2022

 

Bagi para pejuang beasiswa pastinya tidak asing dengan bidikmisi. Beasiswa dari pemerintah Indonesia ini memberikan kesempatan bagi keluarga yang kurang mampu untuk bisa mendapatkan Pendidikan yang layak, yaitu jenjang sarjana. Bagaimana cara mendapatkan bidikmisi agar usaha Anda tak sia-sia dalam belajar? Simak penjelasan dan tips berikut ini.

 

Sumber Gambar : www.yudharta.ac.id

Persyaratan dan Cara Mendapatkan Bidikmisi

BIDIKMISI adalah bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu.

Bagaimana cara mendapatkan bidikmisi ? Cermati syaratnya di bawah ini.

Syarat calon penerima beasiswa :

1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2020;

2. Lulusan tahun 2019 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing- masing PTN;

3. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;

4. Kurang mampu secara ekonomi sebagai berikut:

- Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali sebesar-besarnya Rp3.000.000,00 setiap bulan.

- Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp750.000,00 setiap bulannya.

- Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4.

 

Kini bidikmisi diubah menjadi Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang fungsinya masih tetap sama dengan beasiswa bidikmisi. KIP-K merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu para siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi tetapi berprestasi untuk bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

 

Berikut ini prosedur cara mendapatkan bidikmisi :

1.        Calon peserta Bidikmisi terlebih dahulu harus mendaftar ke laman berikut https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/.

2.        Peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan akan memperoleh Kartu Pendaftaran Bidikmisi

3.        Siswa yang  sudah selesai mendaftar bisa melanjutkan pendaftaran

4.        Apabila calon peserta Bidikmisi tidak memenuhi persyaratan seleksi Jalur Undangan atau dinyatakan tidak diterima melalui seleksi Jalur Undangan, maka dapat mendaftar SBMPTN tanpa dikenakan biaya.

 

Kabar baiknya, selain bidikmisi yang kini menggunakan KIP-K, ada juga peluang beasiswa bagi daerah dengan kriteria 3T. Beasiswa tersebut juga masih merupakan program pemerintah yang dinamakan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK). Untuk informasi selengkapnya dan pendaftarannya, Anda bisa langsung kunjungi website resminya di https://adik.kemdikbud.go.id/.

 

Tips Cara Mendapatkan Bidikmisi

  1. Memenuhi Kriteria

Target penerima beasiswa bidikmisi adalah berasal dari keluarga kurang mampu dan memiliki prestasi. Jika Anda sudah memenuhi dua kriteria utama di atas, silahkan lanjutkan untuk proses selanjutnya.

Namun jangan coba-coba untuk berbohong demi mendapatkan beasiswa ya. Karena bisa berakibat fatal jika ketahuan. Banyak peluang beasiswa lain jika Anda tidak memenuhi dua syarat utama tersebut, seperti LPDP, beasiswa Djarum, dll.

Biasanya juga dari pihak sekolah Anda sudah memiliki daftar calon penerima bidikmisi. Anda tinggal mencari informasi di sekolah. Cara mendapatkan bidikmisi melalui sekolah ini bisa lebih tepat karena Anda pun didukung pihak sekolah.

  1. Persiapkan berkas

Inilah gunanya mencari informasi secara mandiri sebelum mendaftar. Anda akan tahu berkas apa saja yang dibutuhkan untuk mendaftar. Supaya pada saat pendaftaran dibuka, Anda pun tinggal upload dokumen-dokumennya.

  1. Isi Borang/Formulir dengan Teliti

Teliti dalam mengisi data diri dan sesuaikan dengan keadaan yang sesungguhnya. Biasanya banyak kasus terlewat karena status pekerjaan orang tua. Banyak yang hanya mengisi pekerjaan ibu sebagai ibu rumah tangga, padahal di data diri pekerjaan ibu adalah PNS.

  1. Pilih Jalur Masuk Perguruan Tinggi yang Tepat

Secara umum ada tiga jalur masuk perguruan tinggi yang bisa Anda pilih, yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan SMMPTN (lokal), serta jalur bidikmisi tambahan. Penjelasannya adalah sebagai berikut :

ü  SNMPTN merupakan jalur masuk tanpa tes secara nasional, hanya seleksi berkas saja.

ü  SBMPTN merupakan jalur masuk dengan tes tertulis secara nasional dan ada prakteknya juga untuk beberapa jurusan tertentu.

ü  SMMPTN merupakan jalur masuk perguruan tinggi dengan tes tertulis dan praktek yang diadakan secara lokal.

ü  Tambahan merupakan jalur masuk perguruan tinggi bagi mahasiswa semester awal yang belum beruntung mengikuti ketiga jalur seleksi di atas.

  1. Pilih Jurusan yang Tepat

Memilih jurusan yang tepat baiknya disesuaikan dengan background yang Anda pelajari saat SMA, yaitu IPA atau IPS. Pemilihan jurusan ini penting untuk proses belajar Anda ketika kuliah, jika terlalu menyimpang dari apa yang dipelajari selama SMA maka Anda pun akan merasa kesulitan. Selain itu, sesuaikan juga pilihan jurusan dengan minat dan bakat yang Anda miliki. Jangan tergiur dengan profesi setelah lulus karena banyak kok yang bekerja tidak sesuai dengan jurusan yang diambil saat kuliah.

  1. Pilih Universitas yang Tepat

Pilihan kampus yang tepat tidak berarti harus kampus yang nomor 1. Anda bisa memilihnya berdasarkan adanya jurusan yang Anda pilih. Kemudian Anda cari tahu akreditasi jurusan dan universitas yang Anda pilih.

  1. Belajar dan Jangan Malu Bertanya

Jika hanya mendaftar tanpa disertai usaha belajar yang ekstra maka peluang itu bisa saja pergi dari Anda. Oleh karena itu, untuk mempersiapkan menjadi pejuang beasiswa harus serius dan dengan niat yang tulus. Selain itu, jangan segan untuk bertanya pada orang-orang yang lebih berpengalaman, seperti senior dan guru.

  1. Berdoa dan Restu Orang Tua

Berdoa adalah kunci utama untuk menyeimbangkan usaha kita. Karena kita hanya bisa berusaha dengan belajar keras, sedangkan penentunya tetaplah Allah SWT. Jangan lupa untuk meminta restu dari orang tua untuk turut mendoakan Anda.

 

Cara Mendapatkan Bidikmisi di UT

Bagi yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi Universitas Terbuka juga bisa dengan bidikmisi lho. Mungkin Anda sudah terlanjur bekerja di suatu tempat dan susah untuk resign karena harus menjadi tulang punggung keluarga juga. Jangan khawatir, Anda bisa mengikuti program beasiswa bidikmisi untuk mendaftarkan ke UT.

Mulai tahun 2012 UT diberi kesempatan oleh Ditjen Dikti untuk merekrut mahasiswa dari lulusan SLTA dua tahun terakhir, guna memperoleh beasiswa Bidikmisi. Alokasi bantuan studi Bidikmisi UT Tahun 2013 sebanyak 1000 mahasiswa, yang dibagi menjadi 40 (empat puluh) kelas Program Sarjana non-Keguruan (FISIP, FMIPA, atau FEKON). Bantuan studi Bidikmisi UT tahun 2013 didistribusikan kepada 37 (tiga puluh tujuh) UPBJJ-UT. Cara mendapatkan bidikmisi di UT sebagai berikut :

Persyaratan untuk mendaftar program Bidikmisi 

ü  Peserta adalah lulusan SLTA (SMA/SMK, MA/MAK, atau bentuk lain yang sederajat) yang lulus dalam dua tahun terakhir, yaitu tahun 2020 dan 2021.

ü  Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun.

ü  Kurang mampu secara ekonomi yang diindikasikan sebagai berikut.

ü  Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali sebesar-besarnya Rp3.000.000,00 setiap bulan.

ü  Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp750.000,00 setiap bulan.

ü  Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya Strata 1 atau Diploma 4.

ü  Memiliki potensi akademik memadai, yaitu masuk dalam 30% terbaik di sekolah, yakni semester 4 dan 5 bagi yang lulus tahun 2013, serta semester 5 dan 6 bagi lulusan tahun 2012.

ü  Pertimbangan khusus diberikan kepada pendaftar yang memenuhi persyaratan 1 s.d. 4, serta mempunyai prestasi ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler paling rendah peringkat ke-3 di tingkat kabupaten/kota atau prestasi non kompetitif lain yang tidak ada pemeringkatan (contoh ketua organisasi siswa sekolah/ OSIS).

ü  Potensi akademik dan prestasi yang dimaksud pada butir 5 dan 6 dinyatakan dengan surat rekomendasi Kepala Sekolah/Madrasah atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai dengan Lampiran II Pedoman Bidikmisi 2013.

ü  Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di perguruan tinggi.

ü  Tidak buta warna bagi program studi tertentu.

ü  Memiliki komitmen untuk menempuh dan menyelesaikan studi di UT, yang dinyatakan dalam perjanjian atau kontrak antara UT dengan mahasiswa penerima Bidikmisi, yang memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak termasuk ketaatan mahasiswa terhadap peraturan perguruan tinggi terkait program Bidikmisi dan sanksi-sanksi terhadap pelanggarannya (Lampiran 1).

 

Cara Mendapatkan Bidikmisi bagi Mahasiswa

Jumlah bantuan biaya pendidikan Bidikmisi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini adalah sebesar Rp6.000.000,00 (enam juta rupiah) per mahasiswa per semester.

Adapun jenis dana bantuan biaya pendidikan dan penggunaannya adalah sebagai berikut:

ü  Biaya pendaftaran

ü  Pendaftar Bidikmisi dibebaskan biaya pendaftaran dan seleksi mandiri di UT.

ü  Pendaftar Bidikmisi yang sudah diterima melalui salah satu seleksi tidak diperkenankan mendaftar seleksi lainnya.

ü  Bantuan biaya penyelenggaraan yang dikelola UT, sebanyak-banyaknya Rp2.400.000,00 (dua juta empat ratus ribu rupiah) per semester per mahasiswa yang dapat digunakan untuk:

ü  Biaya yang dibayarkan saat pertama masuk ke perguruan tinggi

ü  SPP/Biaya kuliah

ü  Biaya pendidikan lainnya yang ditentukan oleh pimpinan perguruan tinggi.

ü  Tutorial/Remedial

ü  Kegiatan ko dan ekstra kurikuler seperti pengembangan karakter, kewirausahaan, softskill, serta pengembangan penalaran, minat, dan bakat mahasiswa.

ü  Asuransi kesehatan/kecelakaan mahasiswa

ü  Bantuan biaya hidup yang diserahkan kepada mahasiswa sebesar Rp600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) per bulan.

 

Semoga persyaratan dan tips cara mendapatkan bidikmisi di atas bisa membantu Anda dalam meraih apa yang dicita-citakan selama ini.

 

Posting Komentar untuk "Cara Mendapatkan Bidikmisi 2022"