Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Keberhasilan Ibu Tunggal Membesarkan Anak Laki-lakinya

Seringkali masyarakat memberikan pandangan sebelah mata pada single mother yang membesarkan anaknya sendiri. Meski ada juga beberapa yang bersimpati dan berempati melihat single mother berjuang membesarkan anak-anaknya sendiri.

Artikel kali ini akan membahas bagaimana anak laki-laki dari single mother bisa sukses dalam hidupnya, meski dia tumbuh tanpa sosok dan peran seorang ayah. Tujuan saya menulis ini adalah memberikan Anda perspektif baru mengenai apa yang bisa terjadi dan itu faktanya di sekitar kita.

 


Pandangan Negatif Pada Anak Laki-laki yang Dibesarkan oleh Ibu Tunggal

Tidak jarang yang berasumsi bahwa anak laki-laki dari seorang ibu tunggal tidak akan berhasil dalam hidupnya. Karena pendapat kurangnya peran ayah dalam hidup si anak.

Pemikiran negatif dari masyarakat justru malah memberikan sugesti ada ibu tunggal dan anak-anaknya. Ketika mendengar omongan itu jika mereka tidak kuat mempertahankan keyakinannya maka ibu tunggal dan anak-anaknya pun akan menyerah pada hidup dan menjadi tidak sukses. Seperti yang orang-orang katakan.

Kita lihat lebih luas lagi tentang fakta anak-anak yang tumbuh, baik itu dari keluarga yang lengkap maupun tidak. Berapa banyak anak-anak yang sukses dari keluarga yang lengkap? Dan berapa banyak anak-anak yang tidak sukses meski keluarga mereka lengkap?

Jika Anda bisa menemukan satu saja kasus dari anak-anak yang gagal dalam hidupnya meski memiliki orang tua yang lengkap, maka asumsi Anda yang mengatakan bahwa anak-anak yang dibesarkan oleh ibu tunggal akan gagal adalah asumsi yang tidak tepat. Karena tidak adanya jaminan ibu tunggal gagal mendidik dan membesarkan anaknya hingga menjadi anak yang sukses.

Seperti yang kita tahu bahwa banyak juga lho anak laki-laki dari orang tua yang lengkap, memiliki family privilege, tetapi dia tak bisa memanfaatkan itu dengan baik dan akhirnya menjadi orang yang gagal. Gagal dalam hal ini menurut saya adalah anak tersebut menjadi pemakai narkoba, melakukan tindak kriminal, bahkan bisa jadi korupsi.

Nah, banyak juga kan para koruptor yang lahir dan dibesarkan di dalam lingkungan keluarga yang lengkap dan serba berkecukupan. Menjadi koruptor adalah hidup yang gagal menurut saya karena memakan yang bukan haknya, bermain curang untuk memakan harta yang bukan miliknya.

 

Faktor-faktor Pendukung Kesuksesan Anak Laki-laki dari Ibu Tunggal

Bisa disimpulkan beberapa faktor yang bisa berpengaruh pada kesuksesan anak laki-laki yang dibesarkan oleh seorang ibu tunggal.

1.       Didikan Ibu

Didikan ibu ini menjadi kunci bagaimana seorang anak tumbuh. Bahkan didikan ibu ini berpengaruh sejak anak dalam kandungan. Memory anak usia dini hingga 15 tahun bisa jadi lebih kuat sehingga mampu merekam lebih banyak kejadian dan didikan.

Oleh karena itu, seberapa keras dan menyakitkan hidup jangan bertikai di depan anak. Apalagi memberikan contoh kekerasan dihadapan anak. Hal itu akan memberikan kenangan yang buruk bagi anak.

2.       Karakter Lingkungan Tempat Anak Dibesarkan

Dimana anak itu dibesarkan juga akan memberikan pengaruh. Contohnya jika lingkungan dimana anak tinggal memang sudah dikenal banyak orang yang menjadi pencuri maka bisa jadi anak terpengaruh jika dia bergaul dengan mereka.

Namun apabila ibu tunggal tidak bisa memilih tempat lain karena keterbatasan daya dan dana, maka bisa disiasati dengan memberikan batasan pada anak untuk bergaul dengan lingkungan yang dikenal memiliki karakter buruk. Berilah pengertian pada anak mengapa dia tidak dibolehkan bergaul dengan anak-anak di lingkungannya. Anak tidak bisa menerima begitu saja tanpa diberi alasan yang jelas. Dia akan cenderung berontak karena rasa penasaran anak yang besar dan selalu ingin mencoba hal baru.

3.       Spiritual Anak

Sejak dini anak perlu dibekali spiritual yang baik, contohnya bagaimana anak mengenal Sang Pencipta, dan menanamkan iman pada diri anak secara perlahan. Hal ini akan sangat menolong anak saat dia beranjak dewasa dalam menghadapi dunia luar.

Menurut saya menjadi orang yang memiliki religi itu tidak cukup tanpa memiliki jiwa spiritual. Karena keyakinan dan iman hanya akan dimiliki ketika dia memiliki rasa secara spiritual.

Oleh karena pentingnya jiwa spiritual anak ini, maka sejak dini mulai ditanamkan dari kebiasaan sehari-hari. Tidak mengapa diawal anak akan merasa terpaksa dan jadikan itu sebagai rutinitasnya. Maka setelah beranjak dewasa apa yang dia kenal dengan agamanya akan mulai dia pahami. Misalnya saat kecil anak hanya tahu bahwa dia harus ke masjid, meski anak belum tahu betul kenapa mereka pergi ke sana itu tidak apa-apa. Seiring waktu dengan bertambah usia si anak akan mulai belajar memahami mengapa dia beribadah.

Spiritual ini juga mejadi pondasi dan pedoman hidup manusia. Karena keinginan manusia yang tak terbatas dan tidak pernah merasa puas maka diperlukan iman dalam hatinya. Jika tidak ada iman maka dia akan mudah terpengaruh dunia. Anak bisa menjadi mudah putus asa dan bisa jadi memiliki keinginan untuk bunuh diri jika memiliki masalah dalam hidupnya.

Jadi hal spiritual ini jangan dilupakan dalam tumbuh kembang anak.

 

Kesuksesan Anak Laki-laki dari Ibu Tunggal

Anak laki-laki yang tumbuh dalam lingkungan yang baik, mendapatkan didikan yang baik dari ibunya, akan memiliki keinginan untuk hidup dengan lebih baik juga. Tidak jarang mereka tumbuh dengan keinginan membahagiakan ibu tunggalnya yang telah berjuang membesarkannya tanpa ayah.

Ibu tunggalnya menjadi semangatnya untuk menjadi orang yang sukses. Itulah mimpi seorang anak laki-laki yang dibesarkan oleh ibu tunggal.

Tidak jarang juga kita lihat saat ini public figure yang hanya dibesarkan oleh ibu tunggal dimasa lalu. Mereka bisa sukses tanpa kehadiran seorang ayah. Mengenai bagaimana trauma yang dimilikinya karena tumbuh tanpa ayah itu menjadi hal lain yang berkaitan dengan kesehatan mental dan seberapa kuat iman yang dimiliki anak.

Namun yang ditekankan di sini adalah tidak selalu anak laki-laki yang dibesarkan oleh ibu tunggal akan gagal dalam hidupnya. Dan juga sebaliknya, karena ukuran sukses itu dipengaruhi oleh berbagai variable. Sebagian besar variabel dari diri anak dan lingkungan dimana dia tumbuh. Jadi tidak ada jaminan sekali lagi untuk kesuksesan anak atau tidak bergantung pada keluarga yang lengkap atau tidak.

Kesuksesan anak juga tidak ditentukan dari dimana dia sekolah. Karena seringkali asumsi negatif datang pada ibu tunggal yang membesarkan anaknya sendiri karena ketidakmampuan ibu tunggal menyekolahkan anak ke sekolah yang mahal.  

Mahal atau tidaknya sekolah tidak juga turut menjamin anak bisa sukses dan tidak berpengaruh pada pembentukan karakter anak. Itu hanyalah variabel dari sekian variabel yang juga turut mempengaruhi anak.

Oleh karena itu, kesuksesan anak laki-laki dari ibu tunggal bisa saja terjadi meski tanpa kehadiran peran ayah. Karena adanya ayah pun tidak menjamin anak menjadi sukses. Sukses adalah ukuran yang berbeda-beda dari setiap orang, dan sukses dipengaruhi oleh karakter anak sendiri. Jadi bagaimana ibu tunggal mendidik dan membesarkan anaknya lebih penting daripada memikirkan di luar faktor yg tidak begitu berpengaruh, seperti sekolah dan gaya hidup. Itu hanyalah omongan orang yang belum terbukti kebenarannya.

 

Teruslah berjuang para ibu tunggal, untuk masa depan anak-anakmu.

 

Posting Komentar untuk "Keberhasilan Ibu Tunggal Membesarkan Anak Laki-lakinya"