Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Self Healing Dengan Sholawat

Perhatian kita pada Kesehatan mental (mental health) saat ini sudah bukan lagi sesuatu yang awam. Meski masih ada juga sebagian orang yang meremehkan Kesehatan mental.

Beberapa hari yang lalu ada kejadian mahasiswa UGM yang bunuh diri dan loncat dari hotel. Berita yang sempat viral itu membuat banyak orang berpikir mengapa mahasiswa tersebut memilih bunuh diri.

Dulu mungkin saya juga akan bertanya-tanya seperti itu, bagaimana bisa seorang mahasiswa, UGM lagi, memilih loncat untuk bunuh diri? Apa yang kurang dalam hidupnya?

Namun setelah saya mulai mengenal pentingnya menjaga Kesehatan mental diri, saya pun menyadari bahwa siapapun bisa mengalami depresi, anxiety, dan lain sebagainya yang merupakan bagian dari mental health. Tentunya hal itu berhubungan dengan sesuatu yang sifatnya rohaniah, karena bukan sakit fisik/jasmani.

Secara objektif pilihan kenapa mahasiswa itu melakukan bunuh diri berhubungan dengan alasan yang hanya dia yang bisa merasakan. Saya yakin jika orang lain yang merasakannya bisa jadi itu bukan hal yang masalah. Karena pada dasarnya empati itu susah dipraktekkan. Dan berakhir pada judgement (penilaian) yang subjektif.

Padahal jika dihadapkan pada satu masalah yang sama, kita bisa jadi menyelesaikannya dengan cara yang berbeda karena perbedaan sudut pandang, dan lain-lain.

Dengan adanya berita yang viral tersebut, saya pun menjadi sadar bahwa Kesehatan mental ini tidak boleh diabaikan begitu saja. Kalau bisa kita saling membantu menjaga Kesehatan mental, bukan malah saling menjatuhkan.

Orang-orang yang memiliki masalah Kesehatan mental bukan saja mereka yang mendatangi psikiater atau psikolog. Di luar itu banyak juga orang yang merasakan menurunnya Kesehatan mental melalui beberapa kondisi yang menurut dirinya sendiri membuatnya berbeda dengan orang normal lainnya. Contohnya saja saya, bahwa saya juga mengalami yang namanya cemas, susah bergaul, over sensitive, yang membuat saya kurang nyaman bergaul dengan banyak orang. Tentunya itu juga dipicu oleh beberapa pengalaman hidup yang memberikan dampak pada Kesehatan mental.



Sejak saya ingin belajar memahami diri saya sendiri, saya mulai banyak belajar tentang psikologi, self development. Mungkin juga seperti Anda juga, dengan melihat channel youtube Merry Riana, Lewis Howes, atau motivator lainnya. Banyak juga ilmu yang mulai saya kenal, seperti LOA dan magnet rezeki.

Singkat cerita di bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini, saya membuka youtube dan melihat ceramah Habib Novel Alaydrus. Dalam hati saya, di hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ini saya ingin merayakannya dengan mengenal lebih dekat sosok beliau. Ceramah Habib Novel Alaydrus pun memang lebih banyak bercerita mengenai sholawat. Dan awalnya saya memang bukan orang yang bisa begitu saja mengimani tentang sholawat. Begitu banyak orang yang membicarakan sholawat tetapi hati saya belum tergerak untuk memahaminya, sebenarnya untuk apa sholawat? Apa bedanya dengan bernyanyi-nyanyi seperti orang Nasrani ?

Inilah dia perjalanan spiritual saya dalam menemukan ketenangan hati melalui sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Jika banyak orang yang mengidolakan actor aktris Korea karena ketampanan atau kecantikannya, tentunya baginda Nabi Muhammad SAW kita lebih popular dari mereka, baik dari segi fisik maupun sifat dan perilaku, tidak ada yang lebih mulia selain dia. Bagaimana tidak, dialah kekasih Allah SWT. Manusia memang tidak sempurna, tetapi hanya Nabi Muhammad SAW lah manusia sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT.

Untuk bisa mendapatkan feel saat sholawat, maka kenali dulu siapa yang kita kirimi sholawat itu. Begitu pula jika kita mengaku rajin membaca Alqur’an tetapi kita tidak mengenal yang diberi wahyu Alqur’an oleh Allah SWT, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Saya pun tidak bisa begitu saja mengimani manfaat dari sholawat sebelum saya menyadari dan memahami apa itu sholawat dan untuk apa bersholawat?

 

Manfaat Dari Bersholawat

1.       Menghadirkan Nabi Muhammad SAW dimanapun kita berada

Pernah nggak Anda merasa sendiri, merasa tidak ada yang bisa mengerti Anda? Jika iya, itulah waktu yang tepat untuk Anda bersholawat. Karena sholawat itu berkirim salam kepada Nabi Muhammad SAW agar mendapat rahmat dari Allah SWT.

Saat bersholawat maka salam kita pun dibalas oleh Nabi Muhammad SAW, meski kita tidak mendengarnya, tetapi ada hadits yang menjadi dalil bahwa setiap kali kita bersholawat maka Nabi Muhammad SAW menjawab kembali salam kita.

Dengan begitu, kita akan menjadi merasa ada teman di samping kita, apalagi jika itu Rasulullah SAW.

2.       Dalam berdoa yang diiringi sholawat maka ada Nabi Muhammad SAW yang mendampingi kita

Saya akan sedikit menggunakan ibarat yang dipakai oleh Habib Novel untuk mempermudah pemahaman. Contohnya ketika kita ingin minta tandatangan pejabat, seperti walikota atau gubernur, maka kita harus melewati rangkaian prosedur dari bawah agar dokumen kita itu bisa sampai dan mendapatkan tandatangan walikota. Dan proses itu membutuhkan waktu yang lama. Jangankan walikota atau gubernur, mungkin minta tandatangan di kelurahan saja tidak bisa langsung dapat kan ya. Nah, lalu seringkali kita memilih jalan pintas dengan mencari kenalan orang dalam agar dokumen kita itu cepat mendapatkan tandatangan. Iya nggak?

Begitu juga saat kita memiliki hajat dan berdoa meminta kepada Allah SWT, dengan diiringi sholawat maka Nabi Muhammad SAW mendampingi diri kita saat minta sama Allah SWT. Ibaratnya kenalan orang dalam, maka hajat kita akan lebih mudah sampai dan dikabulkan oleh Allah SWT melalui perantara Nabi Muhammad SAW.

Hal ini tidak saja untuk diimani begitu saja karena ada dalil yang shahih dimana setiap kita bersholawat satu kali, maka Allah SWT membalas dengan 10 kali sholawat kepada kita. Mantap kan?

3.       Berbakti pada orangtua

Apa hubungannya sholawat dengan berbakti kepada orang tua? Ternyata saat kita bersholawat maka malaikat menyampaikan kepada Nabi Muhammad SAW sholawat kita tersebut dengan menyertakan nama kedua orangtua kita. Dengan begitu kita juga mengangkat nama baik orangtua dihadapan Rasulullah SAW.

Tentunya hal ini sangat membantu saya yang kedua orang tua sudah meninggal dunia. Maka sholawat inilah juga menjadi salah satu cara saya dalam mengirimkan kebaikan untuk kehidupan mereka di akhirat. Wallahu’alam semoga niat baik itu terkabulkan.

 

Namun sebelum mulai mendawamkan sholawat, sebenarnya ada sebuah kisah hidup Nabi Muhammad SAW yang mencengangkan saya. Cerita hidup yang menjadi rahasia Allah SWT mengapa memilih dia sebagai rasul. Cerita mengapa Allah SWT memberikan takdir kepada Muhammad sebagai anak yatim.

Lalu apa hubungannya dengan self healing?

Kita memang tidak hidup di zaman nabi. Tapi setiap persoalan kehidupan yang kita alami saat ini pernah juga dialami oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat Nabi. Bagaimana kita menyelesaikannya, bagaimana kita bisa mengontrol diri sendiri, bisa kita lihat dari kisah hidup beliau.

Jangan begitu saja percaya pada saya jika saya menyuruh Anda untuk meneladani Nabi Muhammad SAW sebelum Anda mengenal sendiri siapa Nabi Muhammad SAW. Dengan begitu Anda akan mulai jatuh cinta terhadap sosok beliau.

Dengan sholawat, maka perjalanan hidup saya seolah didampingi dan diberi petunjuk. Saya pun tidak lagi merasa sendiri, dan perlahan pertanyaan-pertanyaan tentang siapa saya? Mengapa saya? Mulai terjawab dengan bersholawat dimanapun dan kapanpun.

Semoga sholawat juga menenangkan jiwa Anda. Aamiin.

 

9 komentar untuk "Self Healing Dengan Sholawat"

Belajar 22 Oktober 2022 pukul 06.38 Hapus Komentar
Saya jadi malu, sampai setua ini masih belum lagi mencoba mendekatkan diri dan mengenal Baginda Nabi SAW, padahal kasih sayang Beliau pada umatnya begitu besar, hingga akhir hayatnya pun kata terakhirnya adlaah Ummatii
Dinda 22 Oktober 2022 pukul 10.59 Hapus Komentar
Menyebut nama Tuhan memang bentuk self healing yang mana dari kegiatan itu ada kepasrahan dan penyerahan diri. Ini seperti proses meditasi jika di Buddha dan Hindu. 👍
Dyah Kusuma 22 Oktober 2022 pukul 12.19 Hapus Komentar
aamiin, semoga dengan shalawat hati semakin tenang, namun benar adanya, saya mencoba beberapa kali, hati lebih tenang
Kata Nieke 22 Oktober 2022 pukul 17.03 Hapus Komentar
Hal penting menghadapi orang depresi adalah tidak menghakimi dan mendengarkan. Kadang mereka hanya butuh didengarkan. Kadang ada yang sudah tahu solusinya, cuma butuh didengarkan. Memang isu kesehatan mental adalah isu penting. sepenting buat memberi tahu ke mereka, bundir bukan jawaban.
Ranggi's Travel Story 22 Oktober 2022 pukul 19.41 Hapus Komentar
Dekat dengan Tuhan curhat dengan Tuhan cara yg tepat untuk mengobati depresi...Generasi muda skrg sepertinya tidak tahan banting ya apa karena di mudahkan dengan berbagai fasilitas sehingga mendapat sedikit cobaan larinya bunuh diri.(gusti yeni)
Rohyati Sofjan 22 Oktober 2022 pukul 22.00 Hapus Komentar
Membacakan shalawat Nabi kepada bayi membuat hati saya entah mengapa tenang dan senang. Apalagi dijawab Rana dengan senyuman
Itu tadi siang ketika mengajaknya mengobrol. Jadi ingin lebih sering bershalawat untuk Bagindo Nabi terkasih.

Ada kekuatan makna dalam shalawat. Apalagi perjalanan hidup Baginda Nabi yang saya ketahui menumbuhkan rasa cinta di hati. Baru tahu bahwa shalawat bisa sebagai terapi self healing. Cara mudah dan sederhana agar hati lebih bersih dan lapang dari hal-hal yang membuat rusuh jiwa dan pikiran.
iidyanie 23 Oktober 2022 pukul 15.09 Hapus Komentar
Ya benar salah satu self healing saya juga mendekatkan diri kepada-nya, tidak lupa bersholawat nabi, setelah berdoa dan sholawat hati rasanya adem banget
Min Nikunews 23 Oktober 2022 pukul 18.24 Hapus Komentar
Berita bunuh diri mahasiswa Jogja itu memang mengerikan, dan saya sendiri sebagai warga lokal sana, gak sanggup untuk melihatnya, mana tempatnya dekat lagi dari kediaman pribadi..
Di sini belajar bahwa depresi itu bisa terjadi sama siapa saja, dan penyebabnya bisa beragam..
Satu hal yang harus dipahami dan dilawan, bahwa pergi ke psikiater atau psikolog bukan berarti tanda kita sudah miring..hal ini sering terjadi di kampung-kampung..
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk obati depresi, berkumpul bersama orang orang yang menyayangi kita sembari mengingat Tuhan, salah satu jalan terbaik
Andri Marza 23 Oktober 2022 pukul 18.51 Hapus Komentar
Mengingat Allah, mempercayai bahwa akan ada solusi di setiap masalah adalah jalan terbaik untuk tetap berpikir jernih..
Pastikan untuk tidak selalu sendiri ketika mengalami stres berlebih juga penting