Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Nabi yang Dimakan Ikan Paus

Nabi Yunus merupakan salah satu nabi utusan Allah SWT yang ditugaskan untuk mengajak penduduk Ninawa agar beriman. Ada kisah menarik dan penuh hikmah dari nabi yang dimakan ikan paus ini. Ninawa terletak di daerah Mosul, Irak yang penduduknya pada saat itu masih menyembah berhala dan berpaling dari jalan Allah SWT.

Pada suatu hari, penduduk Ninawa yang sedang melakukan ritual penyembahan terhadap berhala didatangi oleh Nabi Yunus. Namun penduduk Ninawa tersebut menolak kedatangan Nabi Yunus dan malah menghina serta mengolok-oloknya.

Hal itu membuat Nabi Yunus menjadi marah dan meninggalkan penduduk Ninawa. Kemudian Allah SWT akan memberi azab kepada kaumnya tersebut dan meminta Nabi Yunus untuk memberitahukan hal tersebut kepada mereka.

Keimanan dari para kaumnya tersebut sudah tidak lagi diharapkan oleh Nabi Yunus setelah sikap yang diberikan kepadanya itu. Saat hendak meninggalkan Ninawa, Nabi Yunus dalam perasaan yang penuh dengan amarah dan kekecewaan terhadap kaumnya tersebut.

Allah SWT pun benar-benar menurunkan azab kepada penduduk Ninawa setelah Nabi Yunus pergi. Mereka pun menyadari akan hadirnya Allah SWT yang benar-benar ada sehingga sejak saat itu kaum Ninawa bertobat dan menyembah Allah SWT.

Saat azab diberikan, kaum wanita, laki-laki dan anak-anak yang menyebut namanya dalam doa dilihat oleh Allah SWT. Karena takut dengan azab yang diberikan, mereka berdoa kepada Allah SWT dengan kejujuran tobat sehingga azab tersebut dihentikan oleh Allah SWT, sebagaimana yang termaktub dalam salah satu surah Alquran berikut ini:

“Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.” (QS. Yunus: 98)

 Bagaimana kisah nabi yang dimakan ikan paus ini? Simak ceritanya sampai selesai.


Nabi Yunus Tetap Meninggalkan Kaum Ninawa (Nabi yang Dimakan Ikan Paus)

Nabi Yunus tetap memutuskan untuk pergi dan meninggalkan kaum Ninawa meskipun melihat azab yang diberikan kepada penduduk Ninawa tersebut. Nabi Yunus saja padahal belum diizinkan untuk pergi oleh Allah SWT untuk meninggalkan para kaumnya saking sudah terlanjur marah dan kesal terhadap penduduk Ninawa.

Setelah itu, Nabi Yunus pergi ke laut dan naik perahu. Tiba-tiba, perahu yang ditumpanginya oleng akibat ombak besar. Untuk mengatasi kapal yang reyot, penumpang memutuskan untuk menurunkan barang bawaannya dan membuangnya ke laut. Kargo atau barang-barang yang dibuang ke laut tidak cukup untuk menahan beban. Maka para penumpang mencapai kesepakatan untuk mengurangi jumlah orang di dalamnya, dan salah satunya harus dibuang ke laut.

Para penumpang di atas kapal kemudian memutuskan untuk melakukan undian. Disepakati bahwa siapa pun yang namanya harus rela terjun ke laut. Usai undian, keluarlah nama Nabi Yunus. Para penumpang dalam suasana hati yang buruk ketika mereka melihat Nabi Yunus yang harus dibuang ke laut. Akhirnya mereka melakukan undian lagi, namun nama Nabi Yunus muncul tiga kali berturut-turut.

 

Kisah Nabi yang Dimakan Ikan Paus



Dengan perasaan pasrah, Nabi Yunus akhirnya melemparkan tubuhnya ke laut. Setelah tubuh tenggelam di kedalaman laut, Allah telah mengirimkan ikan paus dan mengilhamkan kepada ikan tersebut agar menelan Nabi Yunus tanpa merobek dan melukainya. Akhirnya ikan paus tersebut benar-benar menelan Nabi Yunus tanpa merobek dagingnya dan mematahkan tulangnya.

Saat berada di dalam perut ikan, Nabi Yunus hanya melihat kegelapan dan tak ada makanan yang dapat dikonsumsi. Nabi Yunus akhirnya menyadari bahwa hal ini merupakan buah dari tidak sabar dalam menghadapi kaumnya. Sehingga beliau berdoa dan memohon ampun kepada Allah AWT. Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam salah satu surah Alquran berikut ini.

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, “Bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”–Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiyaa’: 87-88)

Allah SWT telah memperkenankan doa Nabi Yunus dan mengeluarkannya dari perut ikan. Nabi Yunus dilemparkan di pinggir laut yang tandus dalam keadaan sakit. Kemudian Allah menumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu untuk beliau konsumsi. Sebagaimana dalam salah satu surah Alquran, Allah SWT berfirman:

“Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.– Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.” (QS. Ash-Shaaffaat: 145-146).

Setelah itu Nabi Yunus diperintahkan oleh Allah SWT untuk kembali menemui kaumnya. Hal ini dilakukan untuk memberitahu bahwa Allah SWT telah menerima taubat para penduduk. Di samping itu, Allah juga akan memberikan mereka kenikmatan hidup hingga waktu tertentu. Sebagaimana dalam salah satu surah Alquran berikut ini.

 Allah SWT juga mengabadikan momen kembalinya Nabi Yunus kepada kaum Ninawa ke dalam surat As-Saffat ayat 147-148 yang berbunyi :

“Dan Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih, sehingga mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.”

Ikan yang telah menelan Nabi Yunus wujudnya diketahui sangat besar sehingga bisa menelan apa saja. Hal itu berdasarkan dari kisah Nabi Yunus yang diceritakan secara turun-menurun. Ikan tersebut yang telah menelan Nabi Yunus diberi nama ikan nun. Ikan tersebut memang belum bisa didefinisikan dengan jelas, tapi ikan ini digambarkan atau dimiripkan dengan ikan paus yang besar karena memang tidak ada ikan dengan ukuran besar lainnya selain ikan paus bila dilihat secara logisnya.

Dilansir dari NU Online, Para ulama berselisih tentang berapa lama Nabi Yunus tinggal di dalam perut ikan. Menurut Qatadah, tiga hari. Menurut Abu Ja’far ash-Shaadiq, tujuh hari, sedangkan menurut Abu Malik, empat puluh hari. Mujahid berkata dari asy-Sya’bi, “Ia ditelan di waktu duha dan dimuntahkan di waktu sore."

 

Hikmah Kisah Nabi yang Dimakan Ikan Paus

Pelajaran yang didapatkan dari Kisah Nabi Yunus Dari kisah Nabi Yunus yang sudah dijelaskan dengan cukup detail seperti di atas, kamu dapat mengambil pelajaran dan manfaatnya sebagai berikut ini:

·         Sabar dalam menyeru kepada kebaikan

Nabi Yunus yang meninggalkan kaum Ninawa itu memperlihatkan bahwa dalam dakwah atau menyerukan sebuah kebaikan, Nabi Yunus kurang sabar. Sedangkan perilaku tersebut tidak disukai oleh Allah SWT. Sebaiknya, kita harus bersabar dalam berdakwah atau menyeru kepada kebaikan.

·         Perbanyak dzikir kepada Allah SWT

Dzikir atau Mengingat Allah adalah upaya kita untuk selalu dekat dengan Allah. Dzikir juga merupakan upaya untuk menenangkan hati kita. Memori yang tumbuh juga bisa menjadi alasan datangnya pertolongan Tuhan. Dalam kisah Nabi Yunus di atas, kita dapat melihat bahwa Allah SWT  menolong ketika kita menyadari kesalahan, kemudian memohon ampun dan berserah diri kepada Allah.

·         Berserah diri dan memohon ampunan kepada Allah SWT

Dalam doa ini, Allah membimbing lidah Nabi Yunus untuk terlebih dahulu menyebut kalimat tauhid. Ia kemudian menginspirasi Nabi Yunus untuk terus belajar tasbih. Ini untuk menunjukkan betapa sempurnanya Allah dan betapa manisnya Dia tanpa kelemahan dan kesalahan. Setelah itu, Nabi Yunus melanjutkan untuk mengakui dosa-dosanya

·         Tidak mengambil keputusan saat sedang emosi

Keputusan Nabi Yunus dalam keadaan murka saat meninggalkan Ninawa ternyata merupakan hukuman Tuhan baginya dengan “dipenjara” di dalam perut ikan. Ini adalah pelajaran untuk tidak mengambil keputusan saat sedang marah atau emosi.

 

Demikian lah kisah Nabi yang dimakan ikan paus, yaitu Nabi Yunus AS, beserta hikmah dibalik kisahnya yang bisa kita petik. Semoga kita bisa meneladaninya dan menjadikan hidup kita lebih baik lagi.

 

Referensi :

https://www.viva.co.id/gaya-hidup/inspirasi-unik/1440076-kisah-nabi-yunus

https://www.merdeka.com/jateng/kisah-nabi-yunus-saat-ditelan-ikan-paus-dan-hikmahnya-kln.html

Posting Komentar untuk "Kisah Nabi yang Dimakan Ikan Paus"