Mental Illness Artinya Gangguan Kesehatan Mental Tapi Bukan Gila

 

Mental illness artinya gangguan kesehatan
mental yang cenderung mengacu pada kondisi-kondisi yang bisa mempengaruhi
pikiran, perasaan, suasana hati, dan perilaku seseorang. Mental illness sama
saja dengan gangguan kesehatan yang terjadi pada tubuh atau fisik kita.
Perbedaannya sakit pada fisik lebih terlihat daripada sakit pada mental.

Berdasarkan definisi singkat di
atas mental illness artinya bukan lah suatu kondisi sakit kejiwaan yang
menimbulkan rasa malu sehingga penderitanya harus diasingkan atau dijauhi. Apakah
ketika ada seseorang yang sakit pada fisiknya, seperti sakit jantung, sakit
mata, dia juga menjadi dijauhi? Terlepas dari jenis penyakit menular atau
tidaknya tentu tindakan menjauhi atau mengabaikan tersebut bukan lah tindakan
yang tepat.

Sebelum membahasnya lebih jauh,
lebih baik kita samakan dulu persepsi mengenai definisi dari mental illness itu
sendiri.

 

Definisi dari Mental Illness Artinya

Pengertian mental illness artinya
adalah gangguan Kesehatan mental seperti yang saya jabarkan di atas merupakan
definisi dari sebuah website Kesehatan terpercaya, yaitu alodokter.com. Karena
saya juga bukan berasal dari background Kesehatan mental, maka saya lebih
percaya pada sumber-sumber yang qualified tersebut.

Gangguan yang terjadi pada mental
ini mempengaruhi kondisi emosional seseorang dan perilakunya. Oleh karena itu,
pada kondisi-kondisi tertentu gangguan mental ini menyebabkan penderitanya
tidak bisa menyadari apa yang dia lakukan. Orang normal yang tidak menderita
sakit mental ini biasanya menyebutnya “gila”. Istilah itu tidak salah tetapi
juga tidak dibenarkan karena mengandung arti kata negative.

Mental illness ini akan menyulitkan
seseorang untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk bekerja dan bersosialisasi.
Sehingga membutuhkan penanganan secara tepat agar bisa menyembuhkan kondisi
mental si penderitanya.

Apakah mental illness bisa
diobati?

Seperti halnya sakit pada fisik
atau anggota tubuh, mental illness pun bisa diobati dan disembuhkan melalui
bantuan ahli psikoterapi dan obat-obatan dari dokter. Namun sama juga melihat
seberapa parah kondisinya.

 

Gejala dan Penyebab Mental Illness

Perlu diketahui bahwa mental illness ini gejalanya bisa
menyerang fisik dan kondisi psikologis, serta berpengaruh pada emosi dan
pikiran. Gejala-gejala yang bisa saja terjadi untuk mengantisipasinya adalah :

·        
Perasaan sedih dan sulit merasa bahagia

·        
Kurangnya konsentrasi hingga menimbulkan
kebingungan

·        
Perasaan cemas dan takut berlebihan

·        
Suasana hati yang mudah berubah-ubah

·        
Sering merasa bersalah

·        
Cenderung menghindar dari pergaulan dan
beraktivitas yang disukai

·        
Mudah merasa lelah tetapi sulit tidur

·        
Mengalami halusinasi dan delusional, terpisah
dari kenyataan

·        
Perubahan pola makan yang signifikan

·        
Kemarahan yang berlebihan dan mengarah pada
kekerasan

·        
Berpikir untuk mengakhiri hidup

·        
Merasakan nyeri punggung, sakit perut, sakit
kepala, dan sakit lainnya yang tidak diketahui penyebabnya

 

Penyebab dari gangguan mental atau mental illness artinya bisa
terjadi karena factor genetic (keturunan), paparan saat dalam kandungan
(obat-obatan, alcohol), senyawa kimia di otak yang memicu depresi dan gangguan emosi
lainnya. Penyebab lainnya bisa karena factor lingkungan, seperti kondisi pandemic
saat ini yang menyebabkan orang-orang mudah terganggu Kesehatan mentalnya
karena kesulitan-kesulitan tertentu.

 

 

Jenis – jenis Mental Illness

Jenis-jenis mental illness artinya kondisi atau gangguan apa
saja yang sering terjadi pada penderitanya. Ada enam jenis mental illness yang
bisa saya rangkum di sini bersumber dari keterangan alodokter.com, sebagai
berikut :

  1. Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan adalah salah
satu jenis mental illness yang biasa terjadi di masyarakat, terlebih masyarakat
yang hidup di kota-kota besar. Orang yang memiliki gangguan kecemasan berlebih
ini biasanya selalu merasa takut atau terancam terhadap sesuatu yang belum
tentu terjadi.

  1. Depresi

Depresi ini bisa dikatakan
sebagai gangguan mood yang dapat menyebabkan perasaan sedih, kehilangan, atau
kemarahan yang berlarut-larut. Depresi merupakan salah satu jenis mental
illness yang juga umum terjadi.

  1. ADHD

Attention-deficit/hyperactivity
disorder (ADHD) adalah sejenis mental illness yang sering terjadi pada anak
yang bisa berlanjut hingga anak beranjak dewasa. Seseorang yang mengalami ADHD
ini biasanya hiperaktif dan susah untuk fokus pada suatu hal.

  1. Gangguan Makan

Penderita gangguan makan ini
biasanya disebabkan oleh kecemasan pada bentuk tubuh atau berat badan.
Penderitanya bisa saja mengalami pola makan yang berlebihan atau sebaliknya, susah
makan.

  1. Gangguan stress pasca
    trauma

Mental illness karena stress ini
biasanya terjadi setelah seseorang mengalami kejadian traumatis, seperti
kecelakaan, kekerasan fisik, kekerasan dan pelecehan seksual, dan kondisi
traumatis lain. Seseorang yang mengalami trauma terhadap sesuatu akan mudah
mengalami rasa takut berlebihan, cemas, dan stress hanya karena
terbayang-bayang kejadian yang menyebabkan trauma tersebut.

  1. Skizofrenia

Skizofrenia ini merupakan mental
illness yang terjadi karena ketidakmampuan dalam membedakan kenyataan dan
pikirannya sendiri. Kondisi ini menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi,
tidak realistis, dan perubahan perilaku.

 

Siapa yang berhak memvonis mental illness?

Seperti halnya penyakit yang
terjadi pada fisik kita, hanya dokterlah yang berwenang memutuskan seseorang
menderita mental illness atau tidak. Gejala – gejala yang saya sebutkan di atas
bukan lah sebagai patokan mutlak atas perasaan atau kondisi yang dialami
seseorang. Jika Anda merasakan salah satu atau beberapa gejala di atas bukan lantas
Anda menderita mental illness. Karena dari gejala-gejala tersebut bisa juga
dialami oleh seseorang yang normal.

Jadi jika Anda merasa sedih atau
putus asa sehingga mengakibatkan perasaan depresi, bisa jadi Anda menderita
mental illness atau tidak. Hal itu bergantung pada seberapa sering Anda
mengalaminya dan seberapa parah kondisinya.

Saya melihat gejala-gejala
tersebut lebih pada sebagai alarm apa yang terjadi pada diri sendiri. Karena
mental illness artinya kondisi ini tidak terlihat seperti halnya sakit fisik, maka kita perlu
lebih peka terhadap alarm diri kita sendiri.

Jangan takut dan enggan pergi
untuk konsultasi kepada psikolog atau psikiater jika Anda sudah merasakan
ketidaknyamanan-ketidaknyamanan di atas. Pergi ke psikolog bukan berarti Anda
gila, justru Anda peduli dengan kesehatan diri sendiri.

Memendamnya bukan lah jalan
keluar yang benar karena hanya akan semakin menambah rasa sakit. Ingat bahwa
hanya Anda yang bisa merasakannya, bukan orang lain. Jadi jangan mudah percaya
hanya karena itu kata orang. Pendapat orang lain mengenai diri kita memang
perlu kita didengarkan, tetapi kita pun berhak menyaring pendapat-pendapat
tersebut, mana yang sesuai dan tidak.

Jangan menyerahkan kebahagiaan
diri kita pada persepsi orang lain karena kita hanya akan merasakan kebahagiaan
semu. Penerimaan dan penolakan sudah biasa. Ada orang yang suka dan tidak suka
pada kita pun itu sudah biasa.

Pendapat-pendapat orang di
sekitar kita atau di sosmed itu yang kini menjadi penyebab bertambahnya
penderita mental illness. Kecemasan berlebih pada kondisi diri sendiri, membandingkan-bandingkan
dengan hidup orang lain, dan selalu merasa insecure merupakan penyebab mental
illness yang kini perlu diwaspadai.

Kalau Anda ingin mengetahui
bagaimana cara menyembuhkan luka batin yang bisa menimbulkan mental illness,
bisa langsung baca artikel di website ini ya. Meski mental illness artinya
gangguan kesehatan mental tetapi sebutan gila tidak bisa mewakili untuk melabelinya
demikian.