Sukses Tanpa Privilege, Apa Bisa?

 

Belakangan ini saya mendengar orang-orang yang mengatakan
bahwa sukses tanpa punya koneksi orang dalam itu tidak mungkin. Itu terjadi
ketika pembicaraan mengarah pada kenaikan jabatan yang cepat di suatu instansi.

Lalu kemudian saya juga teringat kata-kata salah satu
saudara saya yang mengatakan bahwa dia kekurangan kasih sayang, dia merasa
tidak mendapat dukungan dari orang tuanya untuk bisa sukses. Dia pun kini
seperti tak punya hasrat untuk mengejar impiannya.

Di lain kesempatan saya pun mendengar bahwa seseorang
ditakuti dalam sebuah organisasinya karena dia memiliki koneksi dengan orang-orang
penting. Dan yang lainnya pun menjadi merasa layak untuk tidak dihargai sama
seperti orang yang ditakuti itu.

Semua pembicaraan itu ternyata adalah tentang privilege yang
kita miliki selama ini. Apakah kamu tidak bisa menjadi orang yang sukses ketika
tidak memiliki privilege tersebut?

Hidup memang apa adanya, tapi bagaimana jika terlalu
berpasrah pada keadaan dan akhirnya tidak ingin mengubah kehidupan itu sendiri
menjadi lebih baik. Bukan kah itu malah justru membuatmu semakin tidak
berkembang dengan tanpa mau berusaha mengubah nasib?

Dukungan orang-orang terhadap apa yang kita inginkan memang
penting. Dukungan dari orang tua atas cita-cita kita juga penting. Namun apa
iya jika kita tidak memiliki semua itu kita pantas merendahkan diri dan
merelakan hidup berlalu begitu saja.

Tujuan saya banyak memuat kisah inspiratif para tokoh
terkenal itu pun ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka yang terlahir
biasa saja, atau berada di bawah garis kemiskinan (yang jelas pasti tidak
memiliki privilege) bisa berproses menjadi orang yang sukses.

Semua kisah itu pun mengingatkan kita bahwa dari nobody bisa
menjadi somebody, from zero to hero, dan istilah lainnya. Itu semua bukanlah
dongeng belaka, tetapi kenyataan hidup yang dialami setiap manusia.

Mustahil jika setiap diri kita tidak pernah menemui masalah.
Setiap orang akan diuji dengan kapasitasnya masing-masing. Jadi jangan pernah
berputus as ajika kamu merasa tidak bisa melewati masalah tersebut, karena kamu
pasti bisa.

Seperti yang dialami oleh Merry Riana, jika kamu pernah menonton
kisahnya yang difilmkan berjudul “Merry Riana : Mimpi Sejuta Dolar”, kamu pasti
ingat adegan dimana Merry Riana ngumpet-ngumpet makan roti di toilet. Siapa
yang bisa menyangka bahwa orang itu sekarang bisa menjadi motivator dunia dan
pengusaha sukses.

Kalau dia waktu itu punya privilege pasti donk hidupnya
bakal lebih mudah, tidak harus makan roti di toilet untuk menghemat uang. Pada
saat itu, Merry Riana pun menceritakan dalam channel youtubenya, dia merasa
untuk mau hidup biasa saja kenapa begitu susah sih ya.

Merry Riana pun kembali mengingat bahwa ada tokoh idolanya
yang bernama Tony Robbins, seorang Multimiliuner dan motivator kelas dunia.
Seorang Tony Robbins pun dulu adalah seorang pembersih toilet (janitor). Bayangkan
saja hanya seorang pembersih toilet saja bisa menjadi tokoh dunia, apalagi kamu
yang bukan pembersih toilet, ya kan?

Setidaknya kamu masih banyak memiliki potensi dan kesempatan
yang tidak kamu sadari selama ini. Dengan membaca kisah-kisah inspiratif di
dalam fatihinspira.com ini pun sebenarnya bisa memberimu kekuatan dan harapan
bahwa kalau mereka bisa, maka kamu pun juga bisa.

Kunci Kesuksesan

Kunci kesuksesan itu sendiri adalah ketekunan. Ketekunan
untuk terus berusaha, berjuang, dan berproses.

Meski kamu bukan orang yang paling pintar, bukan orang yang
paling kuat, tapi kamu bisa memilih menjadi yang paling tekun untuk benar-benar
menjalani prosesnya hingga berhasil.

Ada lima hal yang bisa diingat di dalam diri kamu ketika
kamu ingin sukses tetapi merasa tidak punya privilege, yaitu :

ü 
Kita bisa balajar dari orang-orang sukses,
jangan terlalu berharap orang tua yang mendidikmu. Kamu bisa melihat orang lain
yang bisa melakukan apa yang kamu mau lakukan. Dan kamu bisa jadikan role
modelmu.

ü 
Jangan batasi diri kamu. Ketika kamu merasa
ruang gerakmu semakin terbatas karena kurangnya dukungan itulah hal yang
sebenarnya membatasi dirimu selama ini.

ü 
Milikilah openmind untuk selalu ingin mencoba hal-hal
baru.

ü 
Miliki kekuatan hati untuk terus berproses dan
kekuatan iman untuk selalu percaya terhadap semua rencana-Nya.

ü 
Jadilah versi terbaik dirimu sendiri.

 

“Apa yang kamu
doakan sedang Allah kerjakan. Kamu hanya sedang dibentuk dan dipersiapkan untuk
sesuatu yang besar dan kemuliaan-Nya yang besar.” – Merry Riana